Articles by "agama"


MEMPERBANYAK MENGAMALKAN SHALAWAT KEPADA NABI SAW SEBAGAI JALAN PALING DEKAT MENUJU WUSHUL ILAALLAH

   Al-Allamah al-Arif Billah Syaikh Yusuf al-Nabhani, dalam kitab Afdhal al-Shalawat, menulis:

أَقْرَبُ الطُرُقِ إِلَى اللهِ فِي أَخِرِ الزَمَانِ خُصُوصًا عَلَى المُسْرِفِ كَثْرَةُ الإِسْتِغْفَارِ والصَلاَةِ عَلَى النَبي صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

   Thariqat (jalan/metode yang ditempuh) yang paling dekat menuju kepada Allah SWT, di akhir zaman khususnya bagi orang-orang yang berlumuran dosa, adalah dengan memperbanyak istighfar dan bershalawat kepada Nabi SAW.

   Al-Imam Al-Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith berkata:

في آخر الزمان يفقد الشيخ المربي فالصلاة على النبي تقوم مقام الشيخ المربي في إيصال المريد إلى الله
 
   Di akhir zaman, jumlah Murabbi (Pembimbing Ruhani Sejati) akan terus menyusut (berkurang), karena itu bershalawat kepada Nabi SAW, dapat dijadikan sebagai pengganti kedudukan Murabbi (Pembimbing Ruhani Sejati) bagi murid dalam mencapai wushul (sampai ke hadirat) Allah SWT.

   Syaikh Hasan al-Adawiy dalam mensyarah kitab Dalail al-Khairat, ia menukil dari al-Imam al-Sanusi dan Sayyidi Ahmad Zarruq sebagai berikut:

أن الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم تنور القلوب وتوصل من غير شيخ.

   Bahwasanya (seseorang yang mengamalkan) shalawat kepada Nabi SAW, dapat menerangi hati (nya) dan dapat mengantarkannya menuju wushul (sampai ke hadirat Allah SWT) tanpa seorang Syaikh (Pembimbing Ruhani).

   Al-Allamah al-Arif Billah Syaikh Yusuf al-Nabhani, dalam kitab Sa’adat al-Darayn, menulis:

وَبِالجُمْلَةِ أَنَّ الصَلاَةَ عَلَى النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُوصِلُ إِلَى عَلاَّمِ الغُيُوْبِ مِنْ غَيْرِ شَيْخٍ. لِأَنَّ السَنَدَ وَالشَيْخَ صَاحِبُهَا لِأَنَّهَا تُعْرَضُ عَلَيْهِ وَيُصَلِّي اللهُ عَلَى المُصَلِّي. بِخِلاَفِ غَيْرِهَا مِنَ الأَذْكَارِ فَلاَ بُدَّ فِيْهَا مِنَ الشَيْخِ العَارِفِ وَإِلاَّ دَخَلَهَا الشَيْطَانُ وَلاَ يَنْتَفِعُ بِهَا صَاحِبُهَا.

   Pada intinya, sesungguhnya shalawat kepada Nabi SAW, dapat mengantarkan pengamalkan wushul (sampai ke hadirat Allah) Dzat Yang Maha Gaib tanpa guru. Karena sanad dan Syaikh (dalam shalawat) adalah pemilik shalawat (Rasulullah SAW). Sesungguhnya shalawat diperlihatkan kepadanya serta Allah bershalawat kepada orang yang bershalawat (mushalli). Berlainan dengan (wirid) yang lain dari beberapa dzikir, yang di dalamnya harus ada Mursyid yang Arif (Billah). Jika tidak, maka setan masuk di dalam wirid/dzikir tersebut, dan tidak memberikan manfaat kepada pengamalnya.

نقل العلامة السيد أحمد زينى دحلان في كتابه تقريب الوصول وتسهيل الوصول عن سيدي عبد الرحمن بن مصطفى العيدروس أنه ذكر في كتابه المسمى مرآة الشموس في مناقب آل العيدروس أنه يعدم المربون في آخر الزمن ويصير ما يوصل الى الله إلا الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم مناما ويقظة.

   Al-Allamah al-Sayyid Ahmad Zaini Dahlan telah menukil dalam kitabnya _Taqrib al-Wushul wa Tashil al-Wushul_, bersumber dari Sayyidi Abd al-Rahman bin Musthafa Alaydrus bahwasanya ia menyebutkan dalam kitabnya _Mar’at al-Syumus Fiy Manaqib Ali Alaydrus_ bahwa untuk menemukan Murabbi (Pembimbing Ruhaniah Sejati) di akhir zaman ini sangatlah sulit, dan untuk memudahkan jalan menuju wushul (sampai ke hadirat) Allah SWT, tidak ada jalan lain kecuali dengan mengamalkan shalawat kepada Nabi SAW, baik dalam keadaan (sebagaimana) orang tidur/hati lalai maupun dengan penuh kesadaran/sepenuh hati.

   Al-Arif Billah Taj al-Din bin Athaillah al-Sakandari dalam kitabnya Taj al-Arus al-Hawiy Li Tahdzib al-Nufus, menulis:

من فاته كثرة الصيام والقيام فليشغل نفسه بالصلاة على رسول الله صلى الله عليه وسلم فإنك لو فعلت في جميع عمرك كل طاعة ثم صلى الله عليك صلاة واحدة رجحت تلك الصلاة الواحدة على كل ما عملته في عمرك كله من جميع الطاعات لأنك تصلي على قدر وسعك وهو يصلي على حسب ربوبيته هذا إذا كانت صلاة واحدة فكيف إذا صلى عليك عشراً بكل صلاة كما جاء في الحديث الصحيح فما أحسن العيش إذا أطعت الله فيه بذكر الله تعالى أو الصلاة على رسول الله صلى الله عليه وسلم. من صلى عليه ربنا صلاة واحدة كفاه هم الدنيا والآخرة.

   Barangsiapa yang (merasa dirinya) tidak memiliki amalan puasa (selain puasa Ramadhan) dan shalat malam (qiyam al-lail) yang banyak untuk menghadap Allah SWT, maka hendaknya ia memperbanyak mengamalkan shalawat dan salam kepada Nabi SAW. Dia bisa jadi termasuk orang yang beruntung jika sepanjang hidupnya dalam ketaatan beribadah, kemudian ia menerima balasan shalawat dari Allah setiap kali ia bershalawat kepada Nabi SAW, karena 1x balasan shalawat dari Allah SWT, untuknya lebih baik dari dunia dan akhirat seisinya. Apalagi ketika ia bershalawat kepada Nabi SAW, 1x dibalas dengan shalawat dari Allah sebanyak 10x sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang shahih bahwa, “Tidak ada kehidupan yang lebih baik jika dibandingkan dengan ketika Allah SWT, menjadikannya istiqamah dalam berdzikir atau bershalawat kepada Rasulullah SAW, (karena) barangsiapa yang mendapatkan balasan shalawat dari (Allah SWT) Tuhan kita 1x saja itu lebih baik dari dunia dan akhirat.”

   Dalam kitab _al-Anwar al-Qudsiyah_, bab Sanad al-Qaum, dijelaskan sebagai berikut:

أَنَّ جَمَاعَةً بِبِلاَدِ اليَمَنِ لَهُمْ سَنَدٌ بِتَلْقِيْنِ الصَلاَةِ وَالسَلاَمِ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاَلِهِ وَسَلَّمَ فَيُلَقِّنُونَ المُرِيْدَ ذَالِكَ, وَيَشْغِلُونَ بِالصَلاَةِ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاَلِهِ وَسَلَّمَ, فَلاَ يَزَالُ مِنْهَا حَتَّى يَصِيْرَ يَجْتَمِعَ بِالنَبِيْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاَلِهِ وَسَلَّمَ يَقَظَةً وَمُشَافَهَةً. وَيَسْاَلُهُ عَنْ وَقَائِعِهِ كَمَا يَسْاَلُ المُرِيْدُ شَيْخَهُ فِي الصُوفِيَةِ. وَأَنَّ مُرِيْدَهُمْ يَتَرَقَّي بِذَالِكَ فِي أَيَّامٍ قَلاَئِلَ. وَيُسْتَغْنَى عَنْ جَمِيْعِ الأَشْيَاخِ بِتَرْبِيَتِهَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاَلِهِ وَسَلَّمَ.

   Sesungguhnya di Yaman terdapat Jama’ah Shalawat, di mana para murid pengamal shalawat memiliki sanad shalawat dengan talqin (ijazah) shalawat kepada Rasulullah SAW. Para Mursyid mentalqin murid dengan talqin shalawat. Para murid menyibukkan diri dengan memperbanyak mengamalkan shalawat kepada Rasulullah SAW. Mereka tidak henti-hentinya dengan shalawat tersebut hingga dapat berkumpul bersama dengan Nabi SAW secara jaga dan tatap muka. Mereka menanyakan kepada (Nabi SAW), tentang keadaan mereka sebagaimana murid bertanya kepada Gurunya dalam ilmu tasawuf. Dan murid tersebut dapat naik (keimanannya) dalam waktu yang tidak lama. Para murid tidak membutuhkan Guru Ruhani lagi, disebabkan mendapat pendidikan langsung dari Rasulullah SAW.

   Al-Syaikh al-Imam al-Arif Billah Abd al-Wahab al-Sya’raniy dalam “al-Yawaqit Wa al-Jawahir” dan “al-‘Ahud al-Muhammadiyyah,” menulis:

واعلم يا أخي أن طريق الوصول إلى حضرة الله من طريق الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم "من أقرب الطرق." فمن لم يخدم النبي صلى الله عليه وسلم الخدمة الخاصة به وطلب دخول حضرة الله فقد رام المحال. ولا يمكنه حجاب الحضرة أن يدخل وذلك لجهله بالأدب مع الله تعالى. فحكمه حكم الفلاح إذا طلب الاجتماع بالسلطان بغير واسطة فافهم.

   Ketahuilah wahai saudaraku! Bahwasanya jalan yang engkau tempuh untuk bisa sampai (wushul) ke hadirat Allah SWT, melalui Shalawat kepada Nabi SAW, adalah salah satu jalan yang paling dekat. Siapa gerangan yang tidak menghidmahkan dirinya secara khusus kepada Baginda Nabi, kemudian dia berangan-angan untuk dapat masuk ke Hadhratillah, maka sungguh mustahillah angan-angannya itu (dapat terwujud). Tidak mugkin (Malaikat) para penjaga Hadratillah mau mempersilahkan dia masuk disebabkan ketiadaan adabnya kepada Allah Ta’ala. Sama halnya dia itu seperti seorang petani yang ingin bertemu langsung dengan Raja tanpa melalui perantara khusus (orang-orang dekat) Sang Raja, maka fahamilah hal ini.

   Dalam kitab _Lawaqih al-Anwar al-Qudsiyyah_, al-Imam al-Arif Billah Abd al-Wahhab al-Sya'rani ra., juga menulis:

فإن أكثرت من الصلاة والسلام عليه صلى الله عليه وسلم فربما تصل إلى مقام مشاهدته صلى الله عليه وسلم، وهي طريق الشيخ نور الدين الشوني، والشيخ أحمد الزواوي، والشيخ محمد بن داود المنزلاوي، وجماعة من مشايخ اليمن، فلا يزال أحدهم يصلي على رسول الله صلى الله عليه وسلم ويكثر منها حتى يتطهر من كل الذنوب، ويصير يجتمع به يقظة أي وقت شاء ومشافهة، ومن لم يحصل له هذا الاجتماع فهو إلى الآن لم يكثر من الصلاة والتسليم على رسول الله صلى الله عليه وسلم الإكثار مطلوب ليحصل له هذا المقام .

   Jika engkau memperbanyak mengamalkan shalawat dan salam kepada Rasul SAW, maka tidak mustahil engkau dapat mencapai maqam musyahadah (menyaksikan keberadaan/kehadiran) Rasul SAW. Hal ini sebagaimana yang dilakukan dalam thariqat (jalan yang ditempuh) oleh Syaikh Nur al-Din al-Syuni, Saikh Ahmad al-Zawawi, Syaikh Muhammad bin Dawud al-Manzilawi dan Jama’ah Masyaikh di Yaman, mereka terus menerus mengamalkan shalawat kepada Rasul SAW, seraya memperbanyaknya sehingga menjadi bersih dari segala dosa dan bisa berkumpul dengan Nabi SAW, dan berdialog dengannya secara sadar di waktu kapanpun yang diinginkan. Tegasnya, barangsiapa yang berkeinginan agar dapat mencapai maqam ini hendaklah ia memperbanyak mengamalkan shalawat dan salam kepada Rasul SAW. Barangsiapa yang tidak berhasil mencapai maqam ini padahal ia telah mengamalkan shalawat sampai sekarang, menunjukkan bahwa dia belum termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang memperbanyak shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW.

   Al-Allamah al-Arif Billah Yusuf al-Nabhani, dalam kitab _Sa’adat al-Darayn_, menulis:

*وَمَعْلُومٌ أَنَّ مَنْ ذَاقَ لَذَّةَ وِصَالَ المُصْطَفَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاَلِهِ وَسَلَّمَ ذَاقَ لَذَّةَ وِصَالَ رَبِّهِ تَعالى, وَمَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الوِصَالَيْنِ لَمْ يَذُقْ لِلْمَعْرِفَةِ, وَمِنْ أَعْظَمِ الوَصَلِ التَعَلُّقِ بِصِفَاتِ الحَبِيْبِ وبِكَثْرَةِ الصَلاَةِ عَلَيْهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ*

   Dan telah diketahui bersama (kaum ahli makrifat), bahwa sesungguhnya, barangsiapa yang dapat merasakan nikmatnya wushul kepada Rasulullah SAW, maka ia akan merasakan nikmatnya wushul kepada Allah SWT. Dan barangsiapa yang memisahkan kedua wushul ini, maka ia tidak akan merasakan makrifat sejati. Seagung-agungnya jalan wushul adalah ta’alluq (menyandarkan diri) dengan sifat Sang Kekasih Allah SWT, yaitu dengan memperbanyak bershalawat kepada Nabi SAW.

وأخبرني الشيخ أحمد الزواوي أنه لم يحصل له الاجتماع بالنبي صلى الله عليه وسلم يقظة حتى واظب الصلاة عليه سنة كاملة يصلي كل يوم وليلة خمسين ألف مرة ، وكذلك أخبرني الشيخ نور الدين الشوني أنه واظب على الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم كذا وكذا سنة كل يوم يصلي ثلاثين ألف صلاة .

   (Al-Imam al-Arif Billah Abd al-Wahhab al-Sya'rani ra., berkata) telah mengkhabarkan kepadaku bahwa Syaikh Ahmad al-Zawawi berkata bahwasanya seseorang (pengamal shalawat) tidak akan berhasil berkumpul bersama Nabi SAW, secara sadar kecuali dalam sehari semalam ia memperbanyak mengamalkan shalawat sebanyak 50,000x selama 1 tahun penuh. Begitu juga Syeh Nuruddin al-Syuniy menghabarkan kepadaku bahwasanya beliau berkosentrasi memperbanyak mengamalkan shalawat ini dan itu (ragam shalawat) kepada Nabi SAW, setiap harinya sebanyak 30,000x shalawat selama 1 tahun penuh.

وسمعت سيدي عليا الخواص رحمه الله يقول : لا يكمل عبد في مقام العرفان حتى يصير يجتمع برسول الله صلى الله عليه وسلم أي وقت شاء، قال : وممن بلغنا أنه كان يجتمع بالنبي صلى الله عليه وسلم يقظة ومشافهة من السلف، الشيخ أبو مدين شيخ الجماعة، والشيخ عبد الرحيم القناوي، والشيخ موسى الزولي، والشيخ أبو الحسن الشاذلي، والشيخ أبو العباس المرسي، والشيخ أبو السعود بن أبي العشائر، وسيدي إبراهيم المتبولي

   Aku mendengar Sayyid Ali al-Khawwas berkata, "Seorang hamba tidak akan sempurna dalam mencapai maqam 'irfan sampai ia dapat berkumpul bersama Rasul SAW, pada waktu kapanpun yang diinginkan." Sayyid Ali berkata, "Dan sebagian dari ulama' salaf yang telah menyampaikan berita kepadaku bahwasanya di antara mereka pernah berkumpul bersama Rasul SAW, secara sadar dan berdialog, mereka adalah: Syaikh Abu Madyan, Syaikh Abd al-Rahim al-Qunawi, Syaikh Musa al-Zuliy, Syaikh Abu al-Hasan al-Syadzili, Syaikh Abu al-Abas al-Mursi al-Syadziliy, Syaikh Abu al-Su'ud bin Abi al- 'Asya'ir, dan Sayyid Ibrahim al-Matbuli.

*والشيخ جلال الدين الأسيوطي، كان يقول : رأيت النبي صلى الله عليه وسلم واجتمعت به نيفا وسبعين مرة . وأما سيدي إبراهيم المتبولي فلا يحصى اجتماعه به لأنه كان في أحواله كلها ويقول : ليس لي شيخ إلا رسول الله صلى الله عليه وسلم، وكان الشيخ أبو العباس المرسي يقول : لو احتجب عني رسول الله صلى الله عليه وسلم ساعة ما عددت نفسي من جملة المؤمنين .*

   Syaikh Jalal al-Din al-Suyuthi pernah berkata, "Aku pernah melihat Nabi SAW, dan berkumpul dengan beliau sebanyak lebih dari 70 kali." Adapun Sayyid Ibrahim al-Matbuli, maka tidak dapat dihitung berapa kali beliau berkumpul bersama Nabi SAW, karena sesungguhnya dalam seluruh keadaannya (ahwal) dulu beliau berkata: "Tiada guru bagiku kecuali Rasulullah SAW." Syaikh Abu al-Abbas al-Mursyi pernah berkata, "Jikalau Rasulullah SAW, terhijab dariku walaupun sesaat, maka aku tidak akan menganggap diriku ke dalam kelompok orang-orang yang beriman."

*واعلم أن مقام مجالسة رسول الله صلى الله عليه وسلم عزيزة جدا، وقد جاء شخص إلى سيدي علي المرصفي وأنا حاضر فقال : يا سيدي قد وصلت إلى مقام صرت أرى رسول الله صلى الله عليه وسلم يقظة أي وقت شئت ، فقال له : يا ولدي بين العبد وبين هذا المقام مائتا ألف مقام، وسبعة وأربعون ألف مقام، ومرادنا تتكلم لنا يا ولدي على عشر مقامات منها، فما درى ذلك المدعي ما يقول وافتضح فاعلم ذلك .والله يهدي من يشاء إلى صراط مستقيم.*

   (Al-Imam al-Arif Billah Abd al-Wahhab al-Sya'rani ra., berkata): Ketahuilah bahwa sesungguhnya maqam mujalasah (duduk bersama) Rasulullah SAW, sangat langka sekali, seseorang telah datang kepada Sayyid Ali al-Mursifi dan aku (al-Imam al-Arif Billah Abd al-Wahhab al-Sya'rani ra., berkata) saat itu hadir, orang tersebut berkata: "Ya Sayyidiy, aku telah mencapai maqam di mana aku dapat melihat Rasulullah SAW, secara sadar di waktu kapanpun yang aku inginkan." Sayyidi Ali al Mursifi berkata: "Wahai anakku, di antara seorang hamba dan maqam tersebut ada 240,000 maqam, dan yang engkau maksudkan yaitu berbicara dengan kami itu baru 1/10 dari maqam-maqam itu." Orang yang mengaku-ngaku tersebut tidak tahu apa yang diucapkan dan dia malu sendiri. Ketahuilah bahwa Allah menunjukkan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. 

   Syeh Ahmad al-Zawawi pernah mengatakan:

*طَرِيْقُنَا أَنْ نُكَثِّرَ مِنَ الصَلاَةِ عَلَى النَبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى يَصِيْرَ يُجَالِسُنَا وَنَصْحَبُهُ مِثْلَ الصَحَابَةِ وَيَسْأَلُهُ عَلَى أُمُورِ دِيْنِنَا*

   Jalan/thariqah kita (untuk menuju Allah SWT) dengan memperbanyak bershalawat kepada Nabi SAW, hingga Beliau menjadi teman duduk kita secara jaga, dan kita bersahabat dengannya sebagaimana persahabatan para sahabatnya, dan kita bisa bertanya kepadanya tentang urusan agama kita.

Wallahu a'lam.

Kiriman Gus Wahyu Kolosebo - GMNU 4


KH. MIFTAHUL ANWAR
Ngaji Malam Ahad, 21 November 2020 :

- Ketika kita mendoakan kepada orang lain, terlebih mendoakan Dzurriyyah Rosulullah dengan syarat IKHLAS. Insya Allah akan kembali kepada kita sendiri. Misal : kita mendoakan Cukup Sukses & Barokah kepada teman, saudara, santri, mahasiswa dengan ikhlas Insya Allah Kita akan menjadi orang yang Cukup Sukses dan Barokah.

- DOA KATUT SEKABEHANE : H5 BAROKAH (SABAR, SELEH, SEHAT, SREGEP, SUKSES DAN BAROKAH).

- Ketika perjalanan kemanapun jangan lupa baca sholawat "صلى الله على محمد" setiap detiknya. Insya Allah SELAMAT SAMPAI SAMPAI TUJUAN. Orang yang perjalanan keluar ke rumah dengan continue membaca Sholawat, Insya Allah akan selamat sampai tujuan. Serta Jangan lupa juga membacakan Fatihah kepada Ulama / Cikal Bakal yang menjaga jalan dari mulai rumah sampai lokasi tujuan, Insya Allah TIDAK AKAN DI GANGGU BONGSO ALUS.

- OJO GAMPANG MANGKEL, Ketika di elek-elek orang lain ALHAMDULILLAH. Bersyukur kepada Allah, Jangan sampai kita marah kepada orang tersebut. Biarlah orang menjelekkan kita, yang penting Allah menilai baik kita.

- Orang buat status jangan yang hal buruk dan mengagetkan, tapi buatlah status yang baik - baik saja. Biar masyarakat / orang lain merasa BUNGAH DAN BAHAGIA.

#ElhaChannel
#LsmAqilaQuds
#AlcBimbel


Menahan Marah Suatu Keutamaan

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَجَرَّعَ عَبْدٌ جَرْعَةً أَفْضَلَ عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ جَرْعَةِ غَيْظٍ يَكْظِمُهَا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ تَعَالَى

Daripada Ibnu Umar RA dia berkata; Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang hamba menahan sesuatu yang lebih utama di sisi Allah daripada ia menahan amarah. Ia menahannya kerana mencari ridha Allah Ta'ala." (HR Ahmad No: 5842) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1.  Marah adalah sifat semula jadi pada setiap manusia. Ia perlu dikawal agar tidak berlebihan dan melampaui batas hingga terkeluar dari kewarasan dan kematangan akal serta tuntutan agama. 

2.  Keutamaan seorang Muslim ialah  menahan sifat amarah.

3.  Islam mengajar agar mengawal dan menahan sifat amarah semata-mata kerana mencari keredaan Allah. 

4. Nasihat Rasulullah SAW kepada sahabat seperti yang diriwayatkan Abu Hurairah RA:

أَنَّ رَجُلاً، قَالَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَوْصِنِي‏.‏ قَالَ ‏"‏ لاَ تَغْضَبْ ‏"‌‏.‏ فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ ‏"‏ لاَ تَغْضَبْ ‏

Seorang pemuda meminta nasihat daripada Nabi SAW, dan Nabi bersabda: Janganlah kamu menuruti amarah. Dia mengulangi pertanyaannya, dan Nabi mengulanginya sebanyak tiga kali. (HR Bukhari No: 6116)

5. Allah SWT menyifatkan antara ciri orang yang beriman dan bertawakkal kepada-Nya:

وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ

...dan apabila mereka marah, mereka segera memaafkan. (as-Syura ayat 37)

Berlatihlah  menahan sifat amarah  kerana mencari keredaan Allah.

Kiriman Gus Agus Santoso - NAHDLATUL ULAMA

ACARA TASYAKURAN GEDUNG BARU MADRASAH IBTIDAIYYAH QUDSIYYAH

KH. NUR HALIM MA'RUF :

1- Perjuangan para Masyayikh Qudsiyyah sungguh luar biasa, sampai-sampai di tahun sekitar 70 an ketika bangun Gedung Leter U MI. Qudsiyyah "BATU BATANYA BISA BERJALAN SENDIRI DARI DEPAN MENARA KUDUS SAMPAI LOKASI GEDUNG LETER U" (Keramate Masyayikh Qudsiyyah). Sebagai santri jangan sampai menyakitkan dan ngelek2 guru QUDSIYYAH (QUDSIYYAH MALATI)

2- GURU bisa dianggap Sukses ketika "BISA MENCETAK SANTRI YANG PINTER / CERDAS LEBIH PINTAR DARIPADA GURUNYA". Maka sebagai guru, Jangan merasa "DI UNGGULI" sama santrinya. Seharusnya kita bangga jika punya santri seperti itu.

3- Ketika di madrasah, niatlah KHIDMAH, JANGAN NIAT KERJA. Karena jika niat kita kerja Rizqi kita tidak akan Barokah, tetapi jika di niati KHIDMAH "INSYA ALLAH BAROKAH". 🤲🤲

Kamis Pahing, 26 Rabi'ul Awwal 1442 H./ 12 November 2020 M.


Adab Terhadap Guru

Abuya as-Sayyid Muhammad bin Alawy bin Abbas al Maliki penah bercerita bahwa ayahanda beliau as-Sayyid Alawy bin Abbas al-Maliki sudah menyelesaikan hafalan al-Qur'annya di usia relatif muda sekitar usia 9 tahunan, wa qila usia 10 tahun kepada Syeh Hasan as-Sunari.

Syeh Hasan as-Sunari terkenal keras dan tegas, tak terkecuali kepada Sayyid Alawy. Suatu hari karena kurang persiapan, Sayyid Alawy agak tersendat hafalannya, karenanya Syeh Sunari marah dan memukul tangannya hingga meninggalkan bekas luka.

Sayyid Alawy menangis dan mengadukannya kepada ibundanya Hubabah Aisyah al Kurdiyah. Iapun mengadukan perlakuan Syeh Sunari kepada suaminya, yaitu Sayyid Abbas yg saat itu menjabat sebagai mufti besar di negaranya.

Sayyid Abbas hanya menjawab, 
" طيب مرحبا، بس بكرة مو ذالحين"
(Baiklah tp besok saja, jangan sekarang, besok saya akan menemuinya)

Keesokan harinya, Sayyid Abbas mendatangi kediaman Syeh Sunari bersama putranya Sayyid Alawy. Melihat kedatangan Sayyid Abbas, Syeh Sunari menyambutnya dengan bahagia. Sayyid Abbas menyuruh Sayyid Alawy bersimpuh memohon maaf kepada gurunya serta mencium kakinya dengan penuh ta'dzim. Karena haru, Syeh Sunari berkata wpada muridnya: "bangunlah Alawy, buka mulutmu." Ketika Sayyid Alawy membuka mulutnya, ia diludahi gurunya dan Syeh Sunari berkata, "sekarang apa yang ada dalam dadaku, insyaallah ada di dadamu."

Konon sejak saat itu Sayyid Alawy langsung dapat menghafal alQuran dengan epat dan lancar.

Hikmahnya adalah sebagai berikut:
1. Orang tua harus arif dalam menyikapi tindakan seorang guru thd anaknya, yg secara lahiriah nampak kasar padahal hakikatnya guru tersebut dalam rangka mendidik dengan caranya.

2. Orang tua harus memahami martabat dan kedudukan seorang guru, sehingga ia tdk langsung terbawa emosi ketika mendapat laporan dari putranya.

3. Orang tua harus tawadhu terhadap guru putra putrinya seperti teladan Sayyid Abbas, padahal beliau adalah mufti ternama.

4. Keberhasilan anak karena keberkahan dan ridho guru, tentunya juga karena kearifan orang tua.

Gambar:
1. Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki
2. Haul Abuya Sayyid Alawi tahun 2016.

Kiriman RN - GARDANU 3


NGAJI KH. NUR HAMID
(MALAM RABU, 10 NOV. 2020):

- HIDUP ADALAH KESEMPATAN

- Orang adalah untuk lebih maju dan BERUBAH MENUJU KEBAIKAN

- Ciri - ciri orang Sholeh antara mempunyai keturunan yang baik (sholeh), pintar, alim, kandanane gampang, orak bluboh, dll

- Menuso orak iso lepas songko pandengane Allah. Mongko urepo seng ati - ati lan waspodo.

- Niat zakat tidak harus orang kaya saja, tetapi juga orang tidak kaya. Artinya dalam setiap mencari Rizqi, pasti ada harta yang tidak suci (masih kotor) .. maka harus di SUCIKAN HARTA NYA dengan mengeluarkan uang dengan niat ZAKAT 2,5%

- Hal yang bisa mempengaruhi Doa MUSTAJABAH :
1. Kualitas orangnya
2. Kalimat yang di ucapkan
3. Waktu yang digunakan
4. Tempat untuk berdoa

- Orang yang sudah meninggal di dalam kuburnya gelap, bisa menjadi TERANG BAROKAH DOA ROSULULLAH (Artinya doa orang yang masih hidup bisa MBAROKAHI UNTUK ORANG YANG SUDAH MENINGGAL)

- MACAM - MACAM NIKAH :
1. Nikah dunia akhirat : nikah dengan orang muslim, orang Jamilah, orang ahli agama, dll.

2. Nikah dunia saja : nikah dengan kafir kitabi (dari Palestina)

3. Nikah akhirat saja : nikah orang sudah tua (sudah tidak bisa di garap)

#ElHaChannel


MBAH FANANI PERTAPA DARI GUNUNG DIENG

Mbah Fanani, 19 tahun bertapa di Jalan Raya Dieng, RT 1 RW 1, Desa Diengkulon,
dikenal sebagai sosok pria misterius. Sebab, dia tidak pernah bicara sama sekali dan hingga kini belum ada yang mengetahui maksud serta tujuan dirinya bertapa.

Mbah Fanani bertapa di sebuah tenda kecil depan rumah warga. Dia menghabiskan waktu belasan tahun di dalam tenda tanpa beraktivitas apa pun, kebal dengan dinginnya udara Dieng. Meskipun panas terik, hujan badai Mbah Fanani tidak pernah sekali pun terlihat beranjak dari tendanya tersebut. Dia hanya diam, duduk sembari berselimut kain hitam.

1. Mbah Fanani pernah ditemui di Makkah
Percaya atau tidak, banyak orang meyakini kesaktian Mbah Fanani. Salah satu cerita disampaikan oleh Taifin, ketua RT 1/RW 1 Desa Diengkulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Dia bersama istrinya menceritakan Mbah Fanani pernah ditemui di Makkah, Arab Saudi, oleh seorang warga Banjarnegara.

2. Setiap masuk waktu salat, Mbah Fanani menghilang dari tenda
Bicara soal hal mistis maupun gaib bisa percaya atau tidak. Konon dia tidak pernah ada di tendanya saat masuk waktu salat lima waktu. "Kalau pas salat 5 waktu, Mbah Fanani juga enggak pernah ada di tendanya. Dia hilang enggak tahu ke mana,"

3. Tenda Mbah Fanani dilempar botol minum, pelakunya kecelakaan

4. Mbah Fanani bisa rasakan aura negatif para tamu

5. Banyak orang sowan ke Mbah Fanani

6. Mbah fanani dulu pengasuh pesantren di cirebon

banyak orang yang datang dari berbagai daerah yang datang ke Mbah Fanani, mulai dari habib-habib, ustadz , anak-anak pondok pesantren juga orang biasa

Namun menurut Habib Luthfi bin yahya beliau ini termasuk min auliya illah,
siapa yg singgah di wonosobo atau dieng sempatkan berkunjung bertemu dg mbah fanani meski pertemuan itu sekedar isyarat,minta berkah doa dr beliau..

Kiriman Gus Asep Wahyu - Aliansi Santri Nusantara


Ahad, 8 November 2020 /
22 Rabi'ul Awwal 1442 H.

"Wasiat Rasûlullâh ﷺ: Agar Mencintai Orang Miskin"

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ: أَوْصَانِيْ خَلِيْلِي صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ : بِحُبِّ الْمَسَاكِيْنِ وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ، وَأَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنِّي وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوقِيْ، وَأَنْ أَصِلَ رَحِمِيْ وَإِنْ جَفَانِيْ، وَأَنْ أُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللّٰهِ، وَأَنْ أَتَكَلَّمَ بِمُرِّ الْحَقِّ، وَلاَ تَأْخُذْنِيْ فِي اللّٰهِ لَوْمَةُ لاَئِمٍ، وَأَنْ لاَ أَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا. (رواه أحمد والطبراني وابن حبان)

Artinya :
_Dari Abu Dzar radhiyallohu 'anhu, ia berkata: “Kekasihku (Rasûlullâh) ﷺ berwasiat kepadaku dengan 7 (tujuh) hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau ﷺ memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, (3) beliau ﷺ memerintahkan agar aku menyambung silaturahimku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku, (4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), (5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit, (6) beliau ﷺ berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan (7) beliau ﷺ melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia.”_ (HR. Ahmad dalam Musnadnya V/159,
Ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul-Kabîr II/156, no. 1649, dan Ibnu Hibban dalam Shahîh-nya no. 2041-al-Mawârid)

1. Hikmah dari hadits tersebut, bahwa diantara wasiat Rasûlullâh ﷺ yang pertama berkaitan dengan tema mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka.
2. Tujuh wasiat yang Rasûlullâh ﷺ tujukan untuk Abu Dzar ini, pada hakikatnya adalah wasiat untuk ummat Islam secara umum agar mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka. Dan kita sebagai ummat Islam hendaknya menyadari bahwa nasihat Rasûlullâh ﷺ ini tertuju juga kepada kita semua. Orang-orang miskin yang dimaksud, adalah mereka yang hidupnya tidak berkecukupan, tidak punya kepandaian untuk mencukupi kebutuhannya, dan mereka tidak mau meminta-minta kepada manusia. Pengertian ini sesuai dengan sabda Rasûlullâh ﷺ:
لَيْسَ الْمِسْكِيْنُ بِهَذَا الطَّوَّافِ الَّذِي يَطُوْفُ عَلَى النَّاسِ، فَتَرُدُّهُ اللُّقْمَةُ وَاللُّقْمَتَانِ وَالتَّمْرَةُ وَالتَّمْرَتَانِ. قَالُوْا : فَمَا الْمِسْكِيْنُ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ؟ قَالَ: الَّذِيْ لاَ يَجِدُ غِنًى يُغْنِيْهِ وَلاَ يُفْطَنُ لَهُ فَيُتَصَدَّقَ عَلَيْهِ، وَلاَ يَسْأَلُ النَّاسَ شَيْئًا.
_"Orang miskin itu bukanlah mereka yang berkeliling meminta-minta kepada orang lain agar diberikan sesuap dan dua suap makanan dan satu-dua butir kurma.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasûlullâh, (kalau begitu) siapa yang dimaksud orang miskin itu?” Beliau ﷺ menjawab, ”Mereka ialah orang yang hidupnya tidak berkecukupan, dan dia tidak mempunyai kepandaian untuk itu, lalu dia diberi shadaqah (zakat), dan mereka tidak mau meminta-minta sesuatu pun kepada orang lain.”_
3. Islam menganjurkan umatnya berlaku tawadhu` terhadap orang-orang miskin, duduk bersama mereka, menolong mereka, serta bersabar bersama mereka.
Ketika Rasûlullâh ﷺ berkumpul bersama orang-orang miskin, datanglah beberapa pemuka Quraisy hendak berbicara dengan Nabi ﷺ, tetapi mereka enggan duduk bersama dengan orang-orang miskin itu, lalu mereka menyuruh beliau agar mengusir orang-orang fakir dan miskin yang berada bersama beliau. Maka masuklah dalam hati beliau ﷺ keinginan untuk mengusir mereka, dan ini terjadi dengan kehendak Allah Ta’ala. Lalu turunlah ayat QS. al-An’âm/6: 52.
4. Mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, yaitu dengan membantu dan menolong mereka, bukan sekedar dekat dengan mereka. Apa yang ada pada kita, kita berikan kepada mereka karena kita akan diberikan kemudahan oleh Allah Ta’ala dalam setiap urusan, dihilangkan kesusahan pada hari Kiamat, dan memperoleh ganjaran yang besar. Rasûlullâh ﷺ bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللّٰهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ…
_"Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dililit hutang, Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan akhirat…"_
Nabi ﷺ juga bersabda:
السَّاعِى عَلَى اْلأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِيْنِ كَالْمُجَاهِدِ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ –وَأَحْسِبُهُ قَالَ-: وَكَالْقَائِمِ لاَ يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لاَ يُفْطِرُ.
_"Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin bagaikan orang yang berjihad fii sabiilillaah.” –Saya (perawi) kira beliau bersabda-, “Dan bagaikan orang yang shalat tanpa merasa bosan serta bagaikan orang yang berpuasa terus-menerus.”_
5. Rasûlullâh ﷺ selalu berkumpul bersama orang-orang miskin, sampai-sampai beliau ﷺ berdo’a kepada Allah ta'ala, agar dihidupkan dengan tawadhu’, akan tetapi beliau mengucapkannya dengan kata “miskin”.
اَللَّهُمَّ أَحْيِنِيْ مِسْكِيْنًا وَأَمِتْنِيْ مِسْكِيْنًا وَاحْشُرْنِيْ فِيْ زُمْرَةِ الْمَسَاكِيْنِ.
_"Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku bersama rombongan orang-orang miskin."_ (Imam Al-Baihaqi dalam As-Sunanul-Kubra X/91)
Ini adalah do'a dari Nabi ﷺ agar Allah Ta’ala memberikan sifat tawadhu' dan rendah hati, serta agar tidak termasuk orang-orang yang sombong lagi dzalim maupun orang-orang kaya yang melampaui batas. Makna hadits ini bukanlah meminta agar beliau ﷺ menjadi orang miskin, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Atsir rahimahullah, bahwa kata “miskin” dalam hadits di atas adalah tawadhu'. Sebab, di dalam hadits yang lain Rasûlullâh ﷺ berlindung dari kefakiran, beliau berdo'a seperti ini, karena beliau ﷺ mengetahui bahwa orang-orang miskin akan memasuki surga lebih dahulu daripada orang-orang kaya. Tenggang waktu antara masuknya orang-orang miskin ke dalam surga sebelum orang kaya dari kalangan kaum Muslimin adalah setengah hari, yaitu lima ratus tahun. Rasûlullâh ﷺ bersabda:
يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُسْلِمِيْنَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِنِصْفِ يَوْمٍ وَهُوَ خَمْسُ مِائَةِ عَامٍ.
_"Orang-orang faqir kaum Muslimin akan memasuki surga sebelum orang-orang kaya (dari kalangan kaum Muslimin) selama setengah hari, yaitu lima ratus tahun."_
Orang-orang miskin yang masuk surga ini, adalah mereka yang taat kepada Allah, mentauhidkan-Nya dan menjauhi perbuatan syirik, menjalankan sunnah, menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab terlambatnya orang-orang kaya memasuki surga selama lima ratus tahun adalah karena semua harta mereka akan dihitung dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’ala.
6. Dalam hadits yang lain Rasûlullâh ﷺ berdo’a agar mencintai orang-orang miskin:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِيْنِ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِيْ وَتَرْحَمَنِيْ، وَإِذََا أَرَدْتَ فِتْنَةَ قَوْمٍ فَتَوَفَّنِيْ غََيْرَ مَفْتُوْنٍ، وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِيْ إِلَى حُبِّكَ.
_"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar aku dapat melakukan perbuatan-perbuatan baik, meninggalkan perbuatan munkar, mencintai orang miskin, dan agar Engkau mengampuni dan menyayangiku. Jika Engkau hendak menimpakan suatu fitnah (malapetaka) pada suatu kaum, maka wafatkanlah aku dalam keadaan tidak terkena fitnah itu. Dan aku memohon kepada-Mu rasa cinta kepada-Mu, rasa cinta kepada orang-orang yang mencintaimu, dan rasa cinta kepada segala perbuatan yang mendekatkanku untuk mencintai-Mu."_
7. Selain itu, dengan menolong orang-orang miskin dan lemah, kita akan memperoleh rezeki dan pertolongan dari Allah SWT. Rasûlullâh ﷺ bersabda:
هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ إِلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ.
_"Kalian hanyalah mendapat pertolongan dan rezeki dengan sebab adanya orang-orang lemah dari kalangan kalian."_
Beliau Nabi ﷺ juga bersabda:
إِنَّمَا يَنْصُرُ اللّٰهُ هَذَهِ اْلأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا: بِدَعْوَتِهِمْ، وَصَلاَتِهِمْ، وَإِخْلاَصِهِمْ.
_"Sesungguhnya Allah menolong ummat ini dengan sebab orang-orang lemah mereka di antara mereka, yaitu dengan do'a, shalat, dan keikhlasan mereka."_

1. Suatu perbuatan yang dzalim, orang yang menghina, menyepelekan, apalagi sampai mengusir orang fakir dan miskin;

وَلَا تَطْرُدِ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ ۗ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ وَّمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِّنْ شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُوْنَ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۞

_"Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, mereka mengharapkan keridhaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan engkau (berhak) mengusir mereka, sehingga engkau termasuk orang-orang yang dzalim."_ (QS. Al-An’âm/6: 52)

2. Pada ayat berikutnya, bahwa adanya kaya dan miskin pada hakekatnya adalah sebagai batu ujian dari Allah SWT. Apakah dengan kekayaannya ia menjadi orang yang selalu bersyukur ataukah malah kufur? Dan apakah dengan miskinnya ia menjadi orang yang sabar ataukah menjadi orang yang gampang putus asa atas rahmad Allah SWT.?;

وَكَذٰلِكَ فَتَـنَّا بَعْضَهُمْ بِبَـعْضٍ لِّيَـقُوْلُـوْۤا اَهٰۤؤُلَآ ءِ مَنَّ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنْۢ بَيْنِنَا ۗ اَلَـيْسَ اللّٰهُ بِاَ عْلَمَ بِا لشّٰكِرِيْنَ

_"Demikianlah, Kami telah menguji sebagian mereka (orang yang kaya) dengan sebagian yang lain (orang yang miskin), agar mereka (orang yang kaya itu) berkata, Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah? (Allah berfirman), Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang mereka yang bersyukur (kepada-Nya)?"_ (QS. Al-An'am/6: 53)

3. Merupakan suatu amal kebajikan manakala kita peduli terhadap kaum dhuafa' (orang yang secara ekonomi masih di bawah garis kemiskinan);

لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰٓئِکَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ ۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ ۙ وَالسَّآئِلِيْنَ وَفِى الرِّقَا بِ ۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّکٰوةَ ۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عٰهَدُوْا ۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَآءِ وَالضَّرَّآءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِ ۗ اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗ وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ ۞

_"Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa."_ (QS. Al-Baqarah/2: 177)

4. Pada hakekatnya terdapat hak kaum fakir miskin atas harta orang-orang kaya;

وَفِيْۤ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّآئِلِ وَالْمَحْرُوْمِ ۞

_"Dan pada harta benda mereka ada hak orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta."_ (QS. Az-Zariyat/51: 19)

5. Pada ayat yang lain, terdapat hak kaum fakir miskin atas harta orang-orang kaya;

وَاٰتِ ذَاالْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا ۞ اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْۤا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا ۞

_"Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya."_ (QS. Al-Isra'/17: 26-27)

Kiriman Gus Asep Wahyu - NAHDLATUL ULAMA 3


"DAWUH NUSWANTORO"

Dawuh kang wus Sinabuh
_(Petunjuk rahasia yang telah berkumandang)_

Pungkasing Prahara
_(Titik akhir dari bencana besar yang terjadi di mana-mana)_

Dahyang Sabdo Palon NayaGenggong Ngendika
_(SabdoPalon NayaGenggong menyampaikan pesannya)_

Yen wus titi wanci bakal kesuwun bali
_(Bahwa  sudah waktunya dia kembali ke Negeri Jawa)_

*Dayaning Nuswantara mawa pratanda*
_(Akan mengembalikan kewibaan Nusantara ditandai dengan munculnya Tanda-tanda alam dengan berbagai macam bencana alamnya)._

*Para titah kang kinasih Gusti Allah*
_(Wahai makhluk yang dicintai oleh Tuhannya)_

*Pada mirengna pawarta wigati*
_(Dengarkanlah pake rasa atas berita yang sangat pentingnya ini)_

*Mobah musike jaman kang  wis pinesti*
_(Bahwa segala perubahan jaman  itu telah digariskan)_

*Bakal rawuh utusan ing wektu iki*
_(Akan datangnya Utusan pada jaman ini)_

*Nanging amijil manungsa sak wantah*
_(Akan tetapi, utusan itu seorang diri dan sendirian tanpa bala tentara dan pasukan)_

*Kajibah paring pepeling marang titah*
_(Dan bertugas memberi peringatan dan mengingatkan semua makhluk Tuhan)_

*Sinareng cumloroting Lintang Kemukus*
_(Bersamaan dengan Munculnya Meteor Lintang Kemukus)_

*Manungsa kang rakus bakal kepupus*
_(Maka Semua manusia yang bersifat serakah akan ditebasnya)_

*Sawangen kae  langit katon gumelar*
_(Tataplah dan Pandanglah langit yang tergelar)_

Tanpa mendung ning gelap mangampar-ampar
_(Ketika tanpa mendung namun Petir menggelegar dengan kerasanya)_

Para titah sliramu gek enggal sadar
_(Wahai makhluk, cepat-cepat lah sadar dan menyadarinya)_

Dateng wigati wus wancine kawedar
_(Atas segala rahasia yang kini sudah waktunya dibuka rahasianya dan  digelar)_

Majapahit punjering Bumi Pertiwi
_(Dan Majapahit itu adalah Pusat Peradaban Dunia)_

Jaman wus gumanti Mojokerto puniki
_(Dan atas perubahan jaman, maka kini berganti bernama menjadi bernama Mojokerto)_

Kaparing pratanda akehing  prasasti
_(Yang diberi tanda-tanda dengan banyaknya Prasasti sejarahnya)_

Kagem para kawula sak NKRI
_(Yang hanya dikhususkan teruntuk Pribumi yang berada di seluruh NKRI)_

*lMenungsa kaya gabah den interi
_(Banyak manusia kebingungan bagaikan biji padi yang diputar ke sana kemari)_

Merga kelakon gonjang-ganjinge bumi
_(Karena terkena pengaruh atas bergetarnya bumi yang memberi pengaruh pada tuntutan kebutuhan hidupnya)_

Amung titah ingkang cedhak mring Gusti
_(Dan hanya Makhluk yang sudah dekat dengan Tuhan-Nya dan yang selalu INGAT kepada-Nya dalam kondisi apapu, baik saat enak atau saat tidak enak)_

*Slamet uripe nganti tumekaning pati*
_(Itulah manusia yang selamat di kala hidupnya hingga sampai kematiannya)_

*Pesan Kanggo Wong Jowo* :

Satrio Jowo Kudu Eling Lan Waspada

Wong Jowo Ojo Ilang Jawane

Wong Jowo Berjiwa Ksatria Welas Asih Lan Bijaksana
Satrio Jowo Kudu Biso Ngayomi Jiwane _(Pengendalian Diri), Keluargane, Agama Lan Kepercayaane, Ugo Kanggo Nusa Lan Bangsane_

Mugi Rahayu Sagung Dumadi

🇮🇩Anton Indo🇮🇩

Kiriman Neng Arti Nirmala Yanti - Sambung Rasa SWNU 4


📚📔Hadis tentang Khawarij Takfiri (teroris wahaby) dan Dajjal akan muncul dikalangan mereka khawarij📖

⛔Larangan Menafsirkan Dengan Pendapatnya Sendiri dan 15 cabang ilmu yg harus dikuasai ahli tafsir alqur’an

⛔Larangan menafsirkan agama menurut pendapat sendiri.
“barang siapa yang menafsirkan al-Qur’an menurut pendapatnya sendiri, hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya dari api neraka” (HR. Muslim)

Allah berfirman:
وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ

“janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya” (al-Isra: 36)

Umar bin Khaththab berkata: 
“berprasangka buruklah kepada pendapatmu sendiri dalam urusan agama”

✍️SEBELUM ANDA INGIN MANAFSIRKAN AL QUR’AN KUASAI DULU 15 BIDANG ILMU BERIKUT :

🍂1. Ilmu Lughat (filologi), yaitu ilmu untuk mengetahui arti setiap kata al Quran. Mujahid rah.a. berkata, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka tidak layak baginya berkomentar tentang ayat-ayat al Quran tanpa mengetahui ilmu lughat. Sedikit pengetahuan tentang lughat tidaklah cukup karena kadangkala satu kata mengandung berbagai arti. Jika mengetahui satu atau dua arti, tidaklah cukup. Bisa jadi kata itu mempunyai arti dan maksud yang berbeda.

🍂2. Ilmu Nahwu (tata bahasa), Sangat penting mengetahui ilmu Nahwu, karena sedikit saja I’rab (bacaan akhir kata) berubah akan mengubah arti perkataan itu. Sedangkan pengetahuan tentang I’rab hanya didapat dalam ilmu Nahwu.

🍂3. Ilmu Sharaf (perubahan bentuk kata), Mengetahui Ilmu sharaf sangat penting, karena perubahan sedikit bentuk suatu kata akan mengubah maknanya. Ibnu Faris berkata, “Jika seseorang tidak mempunyai ilmu sharaf, berarti ia telah kehilangan banyak hal.” Dalam Ujubatut Tafsir, Syaikh Zamakhsyari rah.a. menulis bahwa ada seseorang yang menerjemahkan ayat al Quran yang berbunyi:

“(Ingatlah) pada suatu hari (yang pada hari itu) kami panggil setiap umat dengan pemimpinya. “(Qs. Al Isra [17]:71)

Karena ketidaktahuannya tentang ilmu sharaf, ia menerjemahkan ayat itu seperti ini:“pada hari ketika manusia dipanggil dengan ibu-ibu mereka.” Ia mengira bahwa kata ‘imaam’ (pemimpin) yang merupakan bentuk mufrad (tunggal) adalah bentuk jamak dari kata ‘um’ (ibu). Jika ia memahami ilmu sharaf, tidak mungkin akan mengartikan ‘imaam’ sebagai ibu-ibu.

🍂4. Imu Isytiqaq (akar kata, Mengetahui ilmu isytiqaq sangatlah penting. Dengan ilmu ini dapat diketahui asal-usul kata. Ada beberapa kata yang berasal dari dua kata yang berbeda, sehingga berbeda makna. Seperti kata ‘masih’ berasal dari kata ‘masah’ yang artinya menyentuh atau menggerakkan tangan yang basah ke atas suatu benda, atau juga berasal dari kata ‘masahat’ yang berarti ukuran.

🍂5. Ilmu Ma’ani, Ilmu ini sangat penting di ketahui, karena dengan ilmu ini susunan kalimat dapat di ketahui dengan melihat maknanya.

🍂6. Ilmu Bayaan, Yaitu ilmu yang mempelajari makna kata yang zhahir dan yang tersembunyi, juga mempelajari kiasan serta permisalan kata.

🍂7. Ilmu Badi’, yakni ilmu yang mempelajari keindahan bahasa. Ketiga bidang ilmu di atas juga di sebut sebagai cabang ilmu balaghah yang sangat penting dimiliki oleh para ahli tafsir. Al Quran adalah mukjizat yang agung, maka dengan ilmu-ilmu di atas, kemukjizatan al Quran dapat di ketahui.

🍂8. Ilmu Qira’at, Ilmu ini sangat penting dipelajari, karena perbedaan bacaan dapat mengubah makna ayat. Ilmu ini membantu menentukan makna paling tepat di antara makna-makna suatu kata.

🍂9. Ilmu Aqa’id, Ilmu yang sangat penting di pelajari ini mempelajari dasar-dasar keimanan, kadangkala ada satu ayat yang arti zhahirnya tidak mungkin diperuntukkan bagi Allah swt. Untuk memahaminya diperlukan takwil ayat itu, seperti ayat:

“Tangan Allah di atas tangan mereka.” (Qs. Al Faht 48]:10)

🍂10. Ushu l Fiqih, Mempelajari ilmu ushul fiqih sangat penting, karena dengan ilmu ini kita dapat mengambil dalil
dan menggali hukum dari suatu ayat.

🍂11. Ilmu Asbabun-Nuzul, Yaitu ilmu untuk mengetahui sebab-sebab turunnya ayat al Quran. Dengan mengetahui sebab-sebab turunnya, maka maksud suatu ayat mudah di pahami. Karena kadangkala maksud suatu ayat itu bergantung pada asbabun nuzul-nya.

🍂12. Ilmu Nasikh Mansukh, Dengan ilmu ini dapat dipelajari suatu hokum uang sudah di hapus dan hokum yang masih tetap berlaku.

🍂13. Ilmu Fiqih, Ilmu ini sangat penting dipelajari. Dengan menguasai hokum-hukum yang rinci akan mudah mengetahui hukum global.

🍂14. Ilmu Hadist, Ilmu untuk mengetahui hadist-hadist yang menafsirkan ayat-ayat al Quran.

🍂15. Ilmu Wahbi, Ilmu khusus yang di berikan Allah kepada hamba-nya yang istimewa, sebagaimana sabda Nabi Saw..,,

“Barangsiapa mengamalkan apa yang ia ketahui, maka Allah akan memberikan kepadanya ilmu yang tidak ia ketahui.”

Juga sebagaimana disebutkan dalam riwayat, bahwa Ali r.a. pernah ditanya oleh seseorang, “Apakah rasulullah telah memberimu suatu ilmu atau nasihat khusus yang tidak di berikan kepada orang lain?” Maka ia menjawab, “Demi Allah, demi Yang menciptakan Surga dan jiwa. Aku tidak memiliki sesuatu yang khusus kecuali pemahaman al Quran yang Allah berikan kepada hamba-Nya.” Ibnu Abi Dunya berkata, “Ilmu al Quran dan pengetahuan yang didapat darinya seperti lautan yang tak bertepi.

Ilmu-ilmu yang telah diterangkan di atas adalah alat bagi para mufassir al Quran. Seseorang yang tidak memiliki ilmu-ilmu tersebut lalu menfsirkan al Quran, berarti ia telah menafsirkannya menurut pendapatnya sendiri, yang larangannya telah di sebutkan dalam banyak hadist. Para sahabat telah memperoleh ilmu bahasa Arab secara turun temurun, dan ilmu lainnya mereka dapatkan melalui cahaya Nubuwwah.
Iman Suyuthi rah.a. berkata, “Mungkin kalian berpendapat bahwa ilmu Wahbi itu berada di luar kemampuan manusia. Padahal tidak demikian, karena Allah sendiri telah menunjukkan caranya, misalnya dengan mengamalkan ilmu yang dimiliki dan tidak mencintai dunia.”

Tertulis dalam Kimia’us Sa’aadah bahwa ada tiga orang yang tidak akan mampu menafsirkan al Quran:

(1) Orang yang tidak memahami bahasa Arab.

(2) Orang yang berbuat dosa besar atau ahli bid’ah, karena perbuatan itu akan membuat hatinya menjadi gelap dan menutupi pemahamannya terhadap al Quran.

(3) Orang yang dalam aqidahnya hanya mengakui makna zhahir nash. Jika ia membaca ayat-ayat al Quran yang tidak sesuai dengan pikirannya (logikanya), maka ia akan gelisah. Orang seperti ini tidak akan mampu memahami al Quran dengan benar.

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

✍️Link Download :
Andichavlins.blogspot.com
Andichavlins.wordpress.com
🕋🌴
🔖🕌🄲🄿🄳🌐
           ●───✸✸☘🌸☘✸✸───●

BERKAH NAHDLIYYIN


🌴📚AWAL MAKHLUK YANG DICIPTAKAN ALLAH🌾📖

💞Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam menjawab ketika diajukan soalan mengenai bagaimanakah bermulanya alam ini dengan sabdanya yang bermaksud :

“Adalah Allah Azali dan tiadalah sesuatupun selainNya (di azali), (selepas itu) Allah (menciptakan) Arasnya di atas air, dan telah dicatatkan di Lauh al-Mahfuz setiap sesuatu, kemudian (Allah) menciptakan langit-langit dan bumi”. (Riwayat al-Bukhari).
Dalam jawapan dari hadis di atas, Rasulullah menjawab dan menerangkan dahulu perkara yang lebih penting dan utama dari persoalan yang diajukan dengan menerangkan mengenai ilmu tauhid bahawa Allah wujudNya tidak ada mula iaitu Azali dan tiada yang lain Azali sepertiNya. Dalam erti kata yang lain, di Azali hanya Allah sahaja yang ada. Kemudian Allah telah menciptakan segala kejadian iaitu mengadakannya atau mewujudkannya dari tidak ada kepada ada. Allah tidak menciptakan segala alam ini sekaligus dan jika Dia kehendaki demikian Dia akan lakukan. Allah jadikan langit-langit dan bumi serta segala apa yang ada di muka bumi dalam masa enam hari. Hikmah dari perkara tersebut ialah mengajar manusia agar tidak tergopoh gapah dalam melakukan sesuatu perkara dan mesti dengan teliti dan teratur.

Awal makhluk atau kejadian adalah AIR. Rasulullah telah bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban:

Maksudnya: “ Sesungguhnya Allah Taala menjadikan setiap sesuatu dari air ”.

Hadis di atas bermakna sebelum Allah menjadikan cahaya dan kegelapan, bumi dan langit, Arasy dan Kursi, Lauhul Mahfuz dan sebagainya, sebelum itu Allah menciptakan air dahulu. Air, Allah jadikannya sebagai asal bagi yang lain dari segala makhluk ciptaan Allah. Dari Airlah Allah jadikan Arasy, kemudian Qalam, Lauhul Mahfuz, selepas itu segala kejadian yang lain iaitu bumi dan langit serta yang lain. Akhir kejadian dari sudut jenis ialah Nabi Adam Alaihis Salam, dari tulang rusuk kirinya dijadikan Hawa. Allah menjadikan Adam pada hari yang keenam iaitu hari Jumaat.

🌻ARASY : Arasy ialah seperti katil yang berkaki. Ianya merupakan makhluk terbesar yang diciptakan Allah Taala dan ianya merupakan lelangit bagi Syurga. Sekarang ianya ditanggung oleh empat malaikat yang amat besar dan apabila berlakunya kiamat nanti akan ditanggung oleh lapan malaikat. Malaikat tersebut antara cuping telinganya sahaja ke bahu mengambil masa tujuh ratus tahun perjalanan dengan burung yang terbang laju. Rasulullah pernah bersabda dalam satu hadis:

Maksudnya: “Tiadalah tujuh petala langit (bandingannya) disamping Kursi melainkan seperti sebentuk cincin di dataran yang luas, dan kebesaran Arasy dibandingkan dengan Kursi seperti besarnya dataran luas tersebut dibandingkan dengan sebentuk cincin”.

Maksud hadis ini ialah langit yang kita lihat amat luas terbentang serta dipenuhi oleh cakerawala ini jika hendak dibandingkan dengan Kursi yang Allah jadikan hanyalah seperti sebentuk cincin sahaja di dataran yang luas dan besarnya Arasy dari Kursi pula begitulah juga. Ini menunjukkan kepada kita betapa besarnya keluasan Arasy yang Allah ciptakan. Jika makhluk yang sebegini besar Allah dapat ciptakan, menjaga serta mentadbirnya yang menunjukkan Allah Maha Berkuasa, Maha Gagah Perkasa lagi Maha Kaya, apatah lagi kita sebagai manusia yang amat kerdil dan lemah lebih-lebih lagi perlu taat dan patuh kepada segala syariat Allah dan jangan menderhakaiNya.

Arasy dikelilingi oleh para malaikat dan bukannya tempat bagi Allah berada atau menetap kerana Allah bukanlah berjisim yang perlukan ruang untuk berada.

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

✍️Link Download :
Andichavlins.blogspot.com
Andichavlins.wordpress.com
🕋🌴
🔖🕌🄲🄿🄳🌐
           ●───✸✸☘🌸☘✸✸───●

BERKAH NAHDLIYYIN


📚✍️BUKTI WAHABI ADAKAH JAMAAH TAKFIRI📖

Sudah jelas bahwa mayority muslim di dunia adalah ahlusunnah (sunni) yang berpegang teguh dengan 4 madzab ahlusunnah yangberakidah mengikut nabi dan sahabat, yang mana kaidah aqidah nabi dan sahabat telah disusun oleh imam alasy’ary.
Maksud imam asy’ary menyusun kaidah tauhid adalah untuk melestarikan pemahaman aqidah nabi dan sahabat, dan menjaga agar aqidah umat (umat akhir zaman yang lemah ilmu, iman dan amal) tetap mengikuti aqidah nabi saw…
kaidah tauhid imam al asy’ary dikenal dengan kaidah aqidah 50 (karena terdiri dari : 20 sifat wajib Allah dan 20 sifat yang mustahil, 1 sifat yang jaiz utk Allah….4 sifat wajib utk nabi, 4 sifat yg mustahil bagi nabi dan 1 sifat yang boleh)…
inilah aqidah mayoritas umat islam yang disebut sunni atau ahlusunnah!!
Aqidah ini adalah aqidah seluruh ulama 4 madzab dr dulu hingga sekarang! Tokoh-tokoh aqidah ini diantaranya sallahudin al ayubui (penakluk baitul maqdis), imam ibnu hajar, imam nawawi, imam alghazali, imam subki, imam aljauziah, imam suyuti, dsb……Aqidah yang diajarkan di madrasah al azhar asyarif (kairo-mesir) lebih dari 10 abad…!
tapi sekte sesat wahaby telah mengkafirkan aqidah ahlusunnah ini!
inilah bukti kitab takfir wahaby syaikh ‘ibnu ‘abdul wahab annajdy dan syaikh abdul aziz bin baz laknatullah…..yang megkafirkan aqidah sunni(asya’irah)!

📚✍️ASYA'RIAH DI MATA WAHABI
Mereka mendakwa Asya’irah dari golongan yang bertentangan dengan Para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ Tabi’in dan Imam yang empat Shafe’i , Hambali , Maliki dan Hanafi dalam masaalah aqidah dan tidak berhak untuk digelar sebagai Ahli Sunnah Wa Al-Jama’ah.
Golongan Asya’irah bukan hanya sekadar menyalahi Ibnu Taimiyyah bahkan menyalahi mejoroti Imam-imam dan para ulama’ yang diatas jalan Salaf.
Demikianlah Wahabi memomok-momokkan Golongan Asya’irah dengan dakwaan-dakwaan yang batil dan bohong!!!
Awas Aliran Wahabi bukan hanya bercanggah dalam masaalah cabang bahkan yang sungguh menakutkan percanggahan dalam soal-soal aqidah !!!
Lihat bagaimana golongan Wahabi menkafirkan Ulama’ Asya’irah.Siapakah ahli Takfir?? siapakah yang mula menimbulkan api fitnah takfir?? Kami mempertahankan ASWj dari pengkafiran golongan Khawarij moden ini.

✍️📚MENGKAFIRKAN UMAT ISLAM TANPA SEBAB YANG DIBENARKAN OLEH SYARAK.
Al-Allamah al-Mufassir Al-Muhaddith Syeikh Yusuf al-Dijwi merupakan antara ulamak-ulamak Al-Azhar yang terulung, beliau menyifatkan fahaman Ibn Taymiyah, Ibn Qayyim, Syaukany dan termasuk juga Al-Wahhabiyah sebagai suatu jemaah yang mengkafirkan umat Islam selepas disebut secara panjang lebar di dalam kitab (( مقالات وفتاوى )) di bawah tajuk “At-Tawassul”, m/s 134 : ” Kami telah menulis suatu ucapan yang ringkas padat pada membicarakan tentang amalan bertawassul kepada Nabi sollallahu ‘alaihi wasallam. Dan kami tahzirkan / waspadakan supaya berhati-hati dengan pelampau-pelampau agama dan sesiapa yang mengikut “style” pengkafiran mereka dengan mengkafirkan seluruh Umat muslimin. Kami Katakan kepada mereka : Sesungguhnya pengkafiran itu merupakan sesuatu perkara yang besar, tidaklah sepatutnya kepada mereka yang memelihara agamanya pantas melakukannya”.

📚✍️MENGKAFIRKAN UMAT ISLAM DAN MENGHALALKAN DARAH UMAT ISLAM.

Menurut Al-Allamah al-Mufassir Al-Muhaddits Syeikh Yusuf al-Dijwi apabila membahaskan tentang keharusan amalan bertawasssul dengan para nabi dan para rasul dan para ulamak solihin pada M/s 136 : ” Maka bagaimana boleh mereka mengkafirkan Umat Islam dan menghalalkan darah-darah mereka, harta benda mereka lantaran kerana mereka melakukan amalan bertawassul dan beristighothah, sehinggalah pada pengishtilahan mereka, orang yang tidak bertepatan dengan apa yang mereka pegang. Pertelingkahan pada makna bukan pada lafadz??!”.

✍️📚Al-WAHHABYAH ADALAH KHAWARIJ.
Al-Allamah al-Mufassir Al-Muhaddits Syeikh Yusuf al-Dijwi dalam kitab yang sama, m/s 138 menegaskan :” Maka kami katakan : Kamu ( Ibn taymiyah, Ibn Qayyim dan al-Wahhabiyah) telah mengkafirkan (umat Islam) ketika mana kamu melontarkan kepada Umat Islam dengan kekufuran? ataupun kami mengatakan : Sesungguhnya kamu (Ibn taymiyah, Ibn Qayyim dan al-Wahhabiyah) adalah orang yang mengaburi kita dengan memperbanyakkan solat, banyak membaca Al-quran (dengan lidah-lidah mereka) tetapi tidak sampai ke hatisanubari mereka. Mereka menyeleweng daripada agama sebagaimana terselewengnya panah daripada busur?! ataupun kami katakan : Sesungguhnya mereka (Ibn Taymiyah, Ibn Qayyim dan al-Wahhabiyah) adalah Golongan al-Khawarij yang mana Ibn Umar mengatakan -sebagaimana ia termaktub di dalam sohih bukhari- ” mereka sengaja membawa ayat yang sebenarnya diturunkan kepada orang-orang musyrikin lalu mereka meletakkan (ayat tersebut) kepada umat Islam)? atau kami katakan sebagaimana Ibn Umar juga: “ Sesungguhnya kamu telah membunuh penduduk masyarakat Islam sedangkan kamu membiarkan penyembah berhala (bermaharajalela ))? atau kami mengatakan : ” Dan kami tidak mahu melainkan mereka merupakan golongan pelampau agama yang pekat tolol, degil, bersifat jumud lagi jahil.”

Seterusnya Al-Allamah al-Mufassir Al-Muhaddits Syeikh Yusuf al-Dijwi meyambung :” Sesungguhnya kamu ( wahai Ibn Taymiyah, Ibn Qayyim dan al-Wahhabiyah) adalah musuh Allah yang mana kamu mensabitkan bagi-Nya (Allah) dan mentashbihkan Nya dengan makhluk. Dan juga kamu ( wahai Ibn taymiyah, Ibn Qayyim dan al-Wahhabiyah) musuh Rasulullah yang mana mereka (wahai Ibn Taymiyah, Ibn Qayyim dan al-Wahhabiyah) tidak memuliakan dan juga tidak meraikan dengan menghormatinya. Dan Kamu ( wahai Ibn taymiyah, Ibn Qayyim dan al-Wahhabiyah)) adalah musuh para auliya’ yang mana kamu telah menghina mereka dengan segala bentuk penghinaan. Dan Kamu ( wahai Ibn taymiyah, Ibn Qayyim dan al-Wahhabiyah) adalah musuh kepada semua Umat Islam yang mana kamu telah menghalalkan darah-darah mereka dan harta benda mereka sehingga mereka telah membunuh anak-anak lelaki dan juga anak-anak perempuan mereka. Demikian itu kami tidak melakukannya, sedangkan perkara tersebut perkara yang paling membawa kekufuran dan sangat membawa maksiat kepadaNya.

Al-Allamah al-Mufassir Al-Muhaddits Syeikh Yusuf al-Dijwi mengketegorikan ibn Taymiyah, Ibn Qayyim dan Wahhabiyah sebagai mana berikut ;
1.Khawarij (ini kerana mereka suka mengkafirkan umat Islam)
2.Ghulat ; pelampau agama
3.Musuh Allah
4.Musuh Rasulullah
5.Musuh para ulamak dan awliya’ yang sholihin
6.Menyeleweng daripada agama.
7. Bersifat jumud dan “primitif”
8.Kumpulan pengganas yang membunuh umat islam sehingga kanak-kanak lelaki atau perempuan.

✍️📚IBN TAYMIYAH DAN WAHHABIYAH ADALAH PELAMPAU AGAMA.
Al-Allamah al-Mufassir Al-Muhaddits Syeikh Yusuf al-Dijwi dalam m/s 140: ” Dan untuk memendekkan perkara ini, kami datangkan kepada kamu sesuatu tentang arwah dan amalan arwah selepas kematiannya yang mana ia diperkatakan oleh Ibn Qayyim, dan jua sesuatu yang diperkatakan oleh As-Syaukany. Dan Kedua-duanya merupakan tokoh-tokoh pelampau agama yang mana kata-kata mereka sering mengelirukan (umat Islam) di setiap penduduk negara, bahkan apa yang mereka pandangnya sebagai ilmu atau seumpama ilmu, maka itu adalah sesungguhnya untuk Ibn taymiayh, Ibn Qayyim, dan Syaukany. Dan mereka menghukumkan seorang demi seorang seperti babgha’ (burung kakak tua)…”

✍️📚KEJAHILAN DAN KEDANGKALAN BERMAHARAJALELA DI DALAM DIRI.
Dalam m/s 141 di bawah tajuk “amalan arwah selepas kematian”: ” ini adalah yang disebut oleh Ibn Qayyim. Maka lihatlah apa yang telah mereka perkatakan. Dan janganlah kamu lupa bahawasanya dia tidak mempunyai ilmu pengetahuan ataupun seumpama dengan ilmu pengetahuan, melainkan di ambil daripada ucapan Ibn Qayyim dan para sahabatnya. Tetapi apa yang telah nyata mereka sebenarnya kurang mengulangkaji seperti mana juga mereka mempunyai akal yang pendek.”

✍️📚ULASAN ;
qultu ; maka benarla apa yang dikatakan oleh Al-Allamah al-Mufassir Al-Muhaddits Syeikh Yusuf al-Dijwi. Ini juga yang telah diperkatakan oleh Ibn ‘Abidin al-hanafi di dalam kitab Raddul Mukhtar dan yang lainnya:
Mari kita lihat sejenak kata-katanya :
: مطلب في أتباع( ابن )عبد الوهاب الخوارج في زماننا قوله
(ويكفرون أصحاب نبينا (ص)) علمت أن هذا غير شرط في مسمى الخوارج، بل هو بيان لمن خرجوا على سيدنا علي رضي الله تعالى عنه، وإلا فيكفي فيهم اعتقادهم كفر من خرجوا عليه، كما وقع في زماننا في اتباع (ابن) عبد الوهاب الذين خرجوا من نجد وتغلبوا على الحرمين وكانوا ينتحلون مذهب الحنابلة، لكنهم اعتقدوا أنهم هم المسلمون وأن من خالف اعتقادهم مشركون، واستباحوا بذلك قتل أهل السنة وقتل علمائهم، حتى كسر الله تعالى شوكتهم وخرب بلادهم وظفر بهم عساكر المسلمين عام ثلاث وثلاثين ومائتين وألف
Satu mathlab pada menceritakan pengikut [Ibn] Abdul wahhab al-Khawarij di zaman kita:
“ Dan mereka mengkafirkan sahabat-sahabat Nabi kita Sollalllahu ‘Alaihi wassalam, aku mengetahui bahawa ini adalah bukan menjadi syarat untuk (mereka) dinamakan sebagai Khawarij. Bahkan ini adalah penjelasan bagi mereka yang keluar daripada sayyidina ‘Ali – semoga Allah meredhainya- , dan jika tidak maka cukuplah pada diri mereka itu i’tiqod mereka mengkafirkan orang yang keluar daripada mereka, sepertimana yang terjadi pada zaman kita, pengikut [Ibn] muhammad Abdul Wahhab yang keluar daripada Najad (sekarang ialah Riyadh), mereka telah menguasai Haramain (Makkah dan Madinah) , mereka pernah menisbahkan diri mereka mazhab al-Hanabilah, tetapi mereka ber’itiqod bahawa mereka sahajalah Islam dan sesiapa yang selain mereka, bercanggah dengan i’tiqod mereka adalah kafir musyrik, disebabkan perkara tersebutlah mereka menghalalkan pembunuhan terhadap Ahlus Sunnah (ASWJ) dan membunuh ulamak-ulamak mereka (ASWJ), sehinggalah Allah telah memecahkan rumah-rumah mereka, membinasakan negara mereka, dan tentera-tentera Islam menawan mereka pada tahun 1233h.”

Berhati-hatilah dengan pengganas ini….hmm

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

✍️Link Download :
Andichavlins.blogspot.com
Andichavlins.wordpress.com
🕋🌴
🔖🕌🄲🄿🄳🌐
           ●───✸✸☘🌸☘✸✸───●

BERKAH NAHDLIYYIN


🕌🌴8 JALAN REZEKI DARI ALLAH DI DALAM AL-QUR’AN💞🌻

Date: 11 Oktober 2020
Author: Habib Ahmad 

Rezeki Yang Telah Dijamin.
‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

“Tidak ada satu makhluk melata pun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya.”
(Surah Hud : 6).

💫Rezeki Karena Usaha.
‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya.”
(Surah An-Najm : 39).

Rezeki Kerana Bersyukur.
‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.”
(Surah Ibrahim : 7).

💫Rezeki Tak Terduga.
‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
(Surah At-Thalaq : 2-3).

💫Rezeki Kerana Istighfar.
‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).

💫Rezeki Kerana Menikah.
‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya.”
(Surah An-Nur : 32).

💫Rezeki Kerana Anak.
‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa’ : 31).

💫Rezeki Kerana Sedekah.
‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً

“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”
(Surah Al-Baqarah : 245).

Semoga Allah sentiasa limpahkan kita dengan rezeki zahir dan batin yang dapat membantu perjalanan kita menuju Allah. Aamiin…

Dapatkan Doa,Zikir,Tasbih serta Mutiara Kata di instagram kami : https://www.instagram.com/pondokhabib/

Ceramah Pilihan ; https://www.youtube.com/user/syeduum

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

✍️Link Download :
Andichavlins.blogspot.com
Andichavlins.wordpress.com
🕋🌴
🔖🕌🄲🄿🄳🌐
           ●───✸✸☘🌸☘✸✸───●

BERKAH NAHDLIYYIN


📚📚📚

BAB IV | TAHAPAN GODAAN | BAGIAN 16 DARI 16

Kitab: Minhajul ‘Abidin
Oleh: Imam al-Ghazali

Penerjemah: Moh. Syamsi Hasan
Penerbit: Penerbit Amalia Surabaya

(Pasal): Ringkasnya, apabila anda telah yakin bahwa Allah adalah Dzat yang menjamin rezeki anda yang mesti anda butuhkan demi tegaknya diri anda dan terlaksananya ibadah. Anda juga yakin bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa terhadap apa yang Dia kehendaki. Dan anda pun menjadi yakin bahwa Allah Maha Melihat dan memperhatikan akan kebutuhan anda dari suatu kondisi ke kondisi yang lain, dari waktu ke waktu. Sehingga anda menjadi pasrah terhadap jaminan-Nya yang hak dan janji-Nya yang benar.

Dengan begitu, hati anda menjadi tenang, dan berpaling dari rintangan-rintangan ibadah, juga berpaling dari sebab-sebab datangnya rezeki. Hati anda menjadi tenang, tidak terpancang dengan sebab-sebab itu. Karena, rintangan-rintangan itu, tidak bisa membuat anda menjadi kaya dan tercukupi, tanpa kehendak Allah. Sungguh, Dia-lah Allah yang memudahkan dapat makan dan minum yang menjadi rintangan untuk konsentrasi beribadah kepada-Nya. Allah-lah Dzat yang membuat diri anda menjadi segar dan enak berhadapan dengan rintangan itu. dan Allah pula Dzat yang mendatangkan bahan penguat dan memberi manfaat kepada anda. Dia-lah Allah yang menolak dari anda akan beratnya makanan dan minuman. Dan Allah akan menjadikan anda kaya dan cukup tanpa sebab-sebab tersebut, jika Dia menghendaki.

Segala perkara, semuanya terpulang pada kekuasaan Allah Yang Maha Esa dan tidak sekutu bagi-Nya. Oleh sebab itu, percayalah sepenuhnya kepada Allah, jangan kepada yang lain. Janganlah anda mengatur urusan anda sendiri, melainkan pasrahkan sepenuhnya kepada Allah yang mengatur langit dan bumi. Dengan begitu, hati anda menjadi tenang dari memimpikan sesuatu yang tidak terjangkau oleh ilmu anda, pikiran anda tidak bersita habis memikirkan urusan esok dan tidak pula pada perkara yang bakal terjadi atau tidak pada hari esok, kalau terjadi bagaimana terjadinya, dan kalau tertahan bagaimana bisa tertahan. Pikiran-pikiran tidak terkungkung oleh kata-kata seandainya begini….., kalau saja begitu…… Karena semua itu, hanyalah menyibukkan hati pada hal-hal yang tidak berarti dan menyia-nyiakan waktu saja. Bisa jadi apa yang tidak terlintas di hati anda justru yang terjadi, sehingga apa yang anda pikirkan dan yang membuat hati anda sibuk olehnya, hanyalah buang-buang waktu yang sangat berharga tanpa arti dan tidak pula ada gunanya. Bahakan anda akan menuai penyesalan yang mendalam, karena telah menyia-nyiakan umur anda pada kesia-siaan tanpa makna. Dalam hal ini, seorang zahid berkata dalam syairnya:

سَبَقَتْ مَقَادِيْرُ الإِلهِ وَ حُكْمُهُ

فَأَرِحْ فُؤَادَكَ مِنْ لَعَلَّ وَ مِنْ لَوْ

“Telah tetap lebih dahulu ketentuan dan keputusan Allah.

Karena itu, istirahatlah hatimu dari kata-kata, seandainya begini…., kalau saja begini….”

سَيَكُوْنُ مَا هُوَ كَائِنٌ فِيْ وَقْتِهِ

وَ أَخُو الْجَاهَلَةِ مُتْعَبٌ مَحْزُوْنٌ

فَلَعَلَّ مَا تَخْشَاهُ لَيْسَ بكَائِنٍ

وَ لَعَلَّ مَا تَرْجُوْهُ لَيْسَ يَكُوْنُ

Ada pula penyair lain yang berkata:

“Apa yang telah ditakdirkan Allah pasti akan terjadi tepat pada waktunya.

Orang-orang bodoh hanya akan kepayahan dan bersedih.

Boleh jadi, apa-apa yang kamu khawatirkan bukanlah suatu yang nyata

Dan apa-apa yang kamu harapkan mungkin saja tidak akan terjadi.”

Ringkasnya, hendaklah anda katakan kepada diri sendiri: “Wahai diri, tidak akan ada yang mengenai kita, kecuali apa yang telah ditakdirkan oleh Allah buat kita. Dia-lah, Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, sebaik-baik Penolong yang mencukupi. Dia Tuhan yang memiliki kekuasaan yang tidak terbatas, Tuhan Yang Maha Bijak yang tidak terbatas kebijakannya. Dia Maha Pengasih, tidak terbatas belas-kasihNya. Hanya kepada-Nya anda pantas memohon perlindungan dan menyerahkan segala urusan.”

Demikian pula, anda harus memantapkan hati, bahwa apa yang ditakdirkan Allah adalah sesuatu yang lebih maslahat bagi anda, meskipun yang demikian itu tidak dapat dijangkau oleh ilmu kita, mengenai bagaimana cara dan apa pula rahasianya.

Katakanlah pada diri anda: “Apa yang ditakdirkan Allah pasti terwujud. Maka tidak ada gunanya bila anda membenci atau pilih-pilih terhadap apa yang dibuat oleh Allah. Tidak ada jalan untuk membenci! Bukankah anda telah mengatakan: “Aku ridhā’ Allah sebagai Tuhanku.” Sehingga dengan begitu, anda harus ridhā’ menerima qadhā’ dan takdir-Nya, karena qadhā’ dan takdir adalah urusan yang menjadi hak Tuhan, sementara keharusan bagi anda adalah menerimanya.”

Demikian pula ketika anda tertimpa musibah, dan dililit perkara yang tidak menyenangkan, anda harus menahan nafsu dan menjaga hati, agar jangan sampai mengeluh dan menampakkan kesusahan, terutama pada saat pertama kali terjadinya musibah. Sebab, saat itu, nafsumu sangat bergegas kepada kebiasaan, yaitu mengeluh ketika musibah datang. Hendaklah anda katakan: “Wahai nafsu, musibah ini sudah terjadi, tidak ada daya untuk menolaknya. Dan Allah benar-benar telah menolak musibah yang lebih besar ketimbang musibah ini. sebab macamnya cobaan dalam gudang kekuasaan Allah itu banyak sekali. Dan ketahuilah, bahwa cobaan ini akan selesai, tidak terus-menerus, laksana awan yang berarak di langit, sedikit demi sedikit akan menghilang. Karena itu, bersabarlah sejenak, kelak kebahagiaan yang lebih lama akan anda dapatkan, dan pahala melimpah akan anda peroleh.”

Tidak ada sesuatu pun yang dapat menolak datangnya musibah. Berkeluh kesah itu tidak ada gunanya. Dan jika musibah itu anda hadapi dengan lapang dada dan sabar, seakan-akan musibah itu tidak pernah ada. Makan sibukkanlah lisan anda dengan mengucapkan: “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn (Kita kepunyaan Allah, dan kepada-Nyalah kita akan dikembalikan)”, dan disibukkan pula hati anda dengan selalu mengingat apa yang akan didapat di sisi Allah, yaitu pahala. Dan ingatlah, betapa besar kesabaran para nabi ulul-azmi, dan para wali (kekasih) Allah yang mulia menurut Allah, serta keteguhan hati mereka dalam menghadapi musibah-musibah yang sangat berat.

Jika suatu waktu urusan dunia anda tertahan, maka ucapkanlah: “Wahai nafsu, Allah itu lebih mengetahui keadaan anda dan lebih belas kasih dan lebih pemurah kepada anda. Dan Allah-lah Dzat yang memberi makan kepada anjing yang hina, juga orang kafir, padahal mereka memusuhi Allah. Aku ini hamba Allah yang mengenal Allah, lagi pula mengesakan-Nya. Apakah diriku tidak laku dijual, dengan sepotong roti di hadapan Allah? Mustahil Allah tidak menghargai. Maka, ketahuilah benar-benar bahwa Allah menahan dunia anda itu, tidak lain hanyalah demi kemanfaatan yang besar. Dan Allah pasti akan memberikan kemudahan, sesudah kesulitan. Bersabarlah sejenak, nanti anda akan tahu keajaiban dari kelembutan dan kehalusan perbuatan Allah.”

Perhatikanlah syair berikut:

تَوَقَّعْ صُنْعَ رَبِّكَ سَوْفَ يَأْتِيْ

بِمَا تَهْوَاهُ مِنْ فَرَجٍ قَرِيْبٍ

وَ لَا تَيْأَسْ إِذَا مَا نَابَ خَطْبٌ

فَكَمْ فِي الْغَيْبِ مِنْ عَجَبٍ عَجِيْبٍ

“Berharaplah akan terjadinya perbuatan Allah

Maka kelapangan yang kamu inginkan akan datang kepadamu dalam waktu dekat

Jangan kamu berputus asa jika menghadapi perkara yang menyusahkan,

Karena di alam ghaib banyak keajaiban yang sangat mengagumkan.”

Penyair lain mengatakan:

أَلَا يَا أَيُّهَا الْمَرْءُ الّـ

ـذِي الْهَمُّ بِهِ بَرَّحْ

إِذَا اشْتَدَّتْ بِكَ الْعُسْرَى

فَفَكِّرْ فِيْ أَلَمْ نَشْرَحْ

فَعُسْرٌ بَيْنَ يُسْرَيْنِ

إِذَا كَرَّرْتَهُ تَفْرَعْ

“Hai orang yang

Banyak diliputi kegelisahan

Jika kesusahan dan kesulitanmu telah memuncak

Maka renungkanlah surat Alam Nasyraḥ.

Kesulitan itu berada di antara dua kemudahan

Jika kamu mau mengulang-ulanginya, kamu pasti gembira.”

Apabila anda berkenan menjalankan peringatan-peringatan ini dan terus-menerus melatih diri, maka dalam waktu tidak lama, kegelisahan yang menimpa anda itu, berangsur-angsur berkurang dan lenyap dengan sendirinya, jika memang anda mempunyai kemauan keras dan bersungguh-sungguh.

Dengan demikian, berarti anda telah berhasil menepis tanjakan rintangan yang empat dan anda pun berhasil dapat lolos dari rintangan itu. Sehingga anda menjadi manusia yang bertawakkal dan berserah diri, menyerahkan segala urusan kepada Allah, ridhā’ terhadap qadhā’-Nya dan sabar dalam menghadapi cobaan-Nya. Lebih dari itu, anda telah menghasilkan kenyamanan hati dan badan di dunia, pahala yang banyak dan simpanan di akhirat, derajat mulia serta menjadi hamba yang dikasihi Allah Tuhan alam semesta.

Anda pun mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat, dan ibadah anda menjadi lurus, sebab tidak ada lagi yang menghalangi dan menyibukkan. Dengan demikian, anda telah berhasil melampaui tahapan yang teramat berat ini.

Kepada Allah, kita memohon agar kiranya Ia berkenan mengulurkan sebaik-baik pertolongan dan petunjuk-Nya kepada kita. Sebab, semua perkara berada dalam genggaman kekuasaan-Nya. Sungguh Dia Maha Penyayang daripada para penyayang. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Kiriman Gus Wakit Ibnu Yusuf - NAHDLATUL ULAMA


بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
اَللّـٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

┏━۩❆﷽❆۩━━━━━┓
             SHOLAWAT
       (Syaikhona Kholil
              Bangkalan)
┗━━━━━━━━━━━┛
•══════❅☆◈ ◈☆❅══════•

Hari Sabtu yang lalu saya menyempatkan diri untuk sowan kepada Syaikhina KH. Barizi Muhammad di Lanbulan.

Salah satu ulama Madura yang paling saya hormati dan kagumi. Disana saya menanyakan kepada beliau tentang Sholawat Syaikhona Kholil yang tercantum dalam 📗 kitab beliau ‘ Ithaful Khillan‘ halaman 42.

“Shalawat Syaikhona Kholil itu apakah ada ijazahnya kiai.. ? “

📝 “Shalawat itu berasal dari KH. Ahmad Qusyairi mertua KH. Hamid Pasuruan. Dari ayahnya KH. Muhammad Shiddiq yang berguru ke Syaikhona Kholil Bangkalan.. ” jawab beliau. Beliau lalu bercerita :

“Yang membuat saya yakin bahwa sholawat itu memang benar dari Syaikhona Kholil, suatu hari saya pernah memberikan sholawat itu kepada seorang santri. Tapi ia malah tidak mengamalkannya.

Suatu malam santri itu bermimpi bertemu Syaikhona Kholil, Beliau mengelus-ngelus (ser-ngoser) punggung santri itu dan berkata :

“Becah sholawat jiah yeh.. ” ( baca sholawat itu ya.. ) “

📗 Inilah ibarat lengkap dalam kitab ‘Ithaful Khillan‘ halaman 42 :

و ممايرجى نفعه لحصول الفتوح و الحشر مع عباد الله الصالحين في الدنيا و الآخرة المواظبة على قراءة الصلاة المنسوبة لشيخنا العلامة القطب الرباني و العارف الصمداني سيدي الشيخ محمد خليل بن عبد اللطيف البنكلاني رحمه الله تعالى و رضي عنه و نفعنا به و بعلومه في الدارين بعد كل صلاة فريضة سبع مرات و هي :

اللهم صل على سيدنا محمد صلاة تجعلنا بها من ٱهل العلم ظاهرا و باطنا و تحشرنا بعبادك الصالحين في دنيانا و ٱخرانا و على آله و صحبه و سلم

Satu amalan yang bisa diharapkan kemanfaatannya untuk meraih ‘Futuh’ dan dikumpulkan bersama orang-orang sholih di dunia dan akhirat yaitu :

Rajin mengamalkan Sholawat yang dinisbatkan kepada Syaikhina Al-Allamah Al-Quthub Arrabbani Al-Arif Billah Siidi Assyaikh Kholil Bin Abdullathif Al-Bangkalani sebanyak 7 x selepas sholat-sholat fardhu.

*Sholawat itu adalah :

اللهم صل على سيدنا محمد صلاة تجعلنا بها من ٱهل العلم ظاهرا و باطنا و تحشرنا بعبادك الصالحين في دنيانا و ٱخرانا و على آله و صحبه و سلم

“Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammadin Sholatan taj’aluna Biha min ahlil ilmi dhohiron wa bathinan wa tahsyuruna bi ‘ibaadikassholihin fi dunyaana wa ukhroona wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallim …”

❤️M.Zulfikar🤍

•══════❅☆◈ ◈☆❅══════•

Kiriman Zikir - Kader2 NU se-Nusantara


🌿🥀HARUMNYA BACAAN SHOLAWAT🌿🥀

اللهم صل علی سيدنا محمدن الفاتح لما اغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادی الی صراطك المستقيم وعلی اله حق قدره ومقداره العظيم

Diceritakan oleh Guru Mulia Al-'Allamah Al-Habib Umar bin Hafidz:

"Hampir di setiap waktu ba'da sholat maghrib ada seorang 'ulama besar di Hadramaut selalu berjalan di sebuah daerah. Terdengar dari tiap-tiap rumah, penghuninya membaca Al-Qur'an ada juga yang berdzikir, ada juga yang membaca ratib dan sholawat.

Lantas, dilihatnya dari rumah-rumah tersebut mengeluarkan Cahaya, namun Cahaya yang lebih terang hingga ke langit adalah Cahaya rumah yang sedang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW." مَا شَاءَ اللّٰهُ

Dan telah berkata Al-Marhum Al-Habib Ahmad Alwy Baraqbah, "Sholawat yang kita bacakan itu sesungguhnnya mengeluarkan bau yang harum dan harumnya sholawat dapat tercium oleh semua makhluk-Nya Allah Ta'ala kecuali manusia dan jin.

Jika Allah Ta'ala membuka hijab penciuman kita niscaya kita akan sibuk mencari di mana harum itu berasal sehingga kita lupa terhadap penghidupan kita." سُبْحَانَ اللّٰهِ
.
SEMOGA BERMANFAAT

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Majlis Rosul - Kader2 NU NUSANTARA


🏞 DZIKIR PAGI

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَقَلْبٍ لايَخْشَعُ وَعَمَلٍ لَا يُرْفَعُ وَدُعَاءٍ لَايُسْمَع

"Allahumma innii a'udzubika min 'ilmi laa yangfa'u wa qolbi laa yakhsya'u wa 'amali laa yurfa'u wa du'aai laa yusma'"

💌Artinya:

“Ya Allah aku berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', amal yang tidak diangkat (diterima), dan doa yang tidak didengar.”

(Kitab Majmû‘âh Maqrûât Yaumiyyah wa Usbû‘iyyah karangan KH Muhammad bin Abdullah Faqih.)

⚖💡⚖💡⚖💡⚖💡⚖💡⚖💡⚖💡

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا فَهْمَ النَّبِيِّيْنَ وَحِفْظَ اْلمَرْسَلِيْنَ وَإِلْهَامَ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن

"Allâhummarzuqnâ fahman nabiyyîna wa hifdhal mursalîna wa ilhâmal malâikatil muqarrabîn birahmatika yâ arhamar râhimîna"

💌Artinya:

“Ya Allah, anugerahilah kami pemahaman para nabi, hafalan para rasul, dan ilhamnya para malaikat yang dekat (dengan-Mu), sebab kasih sayang-Mu, wahai Dzat yang Maha pengasih.”

(Kitab Majmû‘âh Maqrûât Yaumiyyah wa Usbû‘iyyah karangan KH Muhammad bin Abdullah Faqih.)

🏝💎🏝💎🏝💎🏝

┈┉┅━━━•❖🕋🕋🕋❖•━━━┅┉

 *اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

[Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon thoyyibaa wa ‘amalan mutaqobbalaa]

“Ya Allah, aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyyib dan amalan yang diterima”

[HR. Ibnu Majah no. 925]

┈┉┅━━━•❖🕋🕋🕋❖•━━━┅┉┈


“Jika seseorang memberimu sesuatu, tapi kamu tidak mau menerimanya, lalu menjadi milik siapa kah pemberian itu..?

"Tentu saja menjadi milik si pemberi”, jawab si murid.

"Begitu pula dengan kata² kasar itu”, jawab GUS DUR.
“Karena aku tidak mau menerima kata² itu, maka kata² tadi akan kembali menjadi miliknya.

Dia harus menyimpannya sendiri. Dia tidak menyadari, karena nanti dia harus menanggung akibatnya di dunia atau pun akhirat, karena energi negatif yang muncul dari pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatannya hanya akan membuahkan penderitaan hidup."

Kemudian, lanjut GUSDUR:

"Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan cara meludahinya. Ludah itu hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.
Demikian halnya, jika di luar sana ada orang yang marah² kepadamu, biarkan saja.

Karena mereka sedang membuang SAMPAH HATI mereka. Jika engkau diam saja, maka sampah itu akan kembali kepada diri mereka sendiri, tetapi kalau engkau tanggapi, berarti engkau menerima sampah itu.

Hari ini begitu bagitu banyak orang yang hidup dengan membawa sampah di hatinya (sampah kekesalan, sampah amarah, sampah kebencian, dan lain-Lain dari sebuah Penyakit Hati). Maka jadilah kita orang yang BIJAK”

GUSDUR melanjutkan nasehatnya:

“Jika engkau tak mungkin memberi, janganlah mengambil”

“Jika engkau terlalu sulit untuk mengasihi, janganlah membenci”

“Jika engkau tak dapat menghibur orang lain, janganlah membuatnya sedih”

“Jika engkau tak bisa memuji, janganlah menghujat”

“Jika engkau tak dapat menghargai, janganlah menghina”

“Jika engkau tidak suka bersahabat, janganlah bermusuhan”

Jadikanlah Setiap Hari Dalam Hidup Ini Sebuah Pembelajaran Dan Mawas Diri.

Lahumul fatihah

Kiriman Gus Fajrul - GARDANU 3

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget