Articles by "berita"


ㅤㅤ┏💭💡━━━━━━━━━┓
          ㅤㅤP I L I H A N
ㅤㅤ┗━━━━━━━━━💡💭┛

Seekor ikan bertanya kepada Kura-kura :
"Mengapa setiap kali kamu mengalami masalah selalu bersembunyi, masuk ke dalam cangkangmu...?"

Kura-kura menjawab :
“Apa penting pertanyaan itu aku jawab ?”

Ikan berkata :
“Semua mahluk di perairan ini mempertanyakan sifat-mu yang selalu bersembunyi jika ada masalah!"

Kura-kura berkata :
"Komentar orang lain apakah penting...?"

Aku tidak menghindar,
Aku tidak lari dari kenyataan,
Aku hanya mencari suasana yang lebih damai di dalam cangkangku.

Ikan bertanya lagi :
"Tetapi apakah kamu tidak peduli selalu jadi bahan pembicaraan?"

Kura-kura menjawab :
"Inilah alasan mengapa aku lebih panjang umur dari pada kalian.

Kalian terlalu sibuk mengurusi kehidupanku sampai kalian lupa siapa diri kalian,
Kalian terlalu sibuk memperhatikan diriku sampai kalian lupa siapa diri kalian."

"Dalam hidup ini kita sendiri yang menentukan pilihan,
berbuat-lah yang terbaik dan biarkan-lah orang lain mau berkomentar apapun".

"Orang yang menyukaimu tetap akan membenarkan-mu sekalipun kamu keliru,"
Sebaliknya...
"Orang yang membencimu selalu akan menyalahkanmu sekalipun kamu benar."

"Berapa banyak waktumu terbuang hanya untuk mengurusi kehidupan orang lain sehingga...
kamu lupa pada dirimu sendiri kapan harus makan dan istirahat".

"Sayangi dirimu dengan lebih peduli pada urusanmu sendiri sebab,
Engkau akan menjadi orang yang selalu kekurangan saat kamu selalu ingin tau urusan orang lain".

Semoga kita jangan terkecoh dengan apa yang orang katakan, Jadilah diri kita sendiri,
Jadi-lah pribadi yang baik...

♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini, semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.
••• ═══ ༻✧༺ ═══ •••​​​​​​​​​​​​​​

Kiriman Siti Marfuah (Nahdlatul Ulama 3)


*MENGAPA PRESIDEN JOKOWI BEGITU TANGGUH ?* 

Sebuah Analisis Spiritual 

Setyo Hajar Dewantoro

Secara pribadi sebenarnya rasa tresno saya pada Presiden Jokowi mengalami pasang surut.  Pada kenyataannya, ia memang beberapa kali membuat kekeliruan langkah yang bisa berdampak fatal.  Dan saya termasuk yang menyimpan marah di dalam hati saat itu terjadi.  Ini rasa marah yang muncul karena ada rasa sayang, ada harapan besar.  Momen yang paling membuat saya marah adalah saat pembentukan Kabinet di masa jabatan Presiden yang kedua.  Mengapa saya marah? Saat itu Presiden Jokowi tidak menggunakan rasa sejatinya, malah terjebak dalam perhitungan secara pikiran, dan tak bisa menghindar dari tekanan kanan kiri.  Saya menyaksikan pada saat itu, Wahyu Keprabon sempat lepas.  Selama beberapa bulan pasca pelantikan anggota Kabinet II, suasana di Istana cenderung panas, dan kemudian banyak keputusan yang memicu kontroversi.  

Namun saya tidak punya bakat jadi tukang nyinyir dan protes.  Jadi meski marah ya saya diam, saya terima semuanya sebagai dinamika yang wajar  Saya lalu sibuk dengan perjalanan ke berbagai negara, menjalankan peran secara energi pada tataran global.  

Namun, Presiden Jokowi ini memang banyak karna baiknya.  Ada satu karakter yang selalu menyelamatkannya.  Apakah itu? Pada dasarnya ia adalah pribadi yang selalu tulus.  Ketulusan itu yang melandasi kerjanya sebagai Kepala Negara Republik Indonesia.  Ketulusan itu yang membuat Presiden Jokowi selamat.  Tanggal 2 Januari 2020, saat saya meditasi di Monas, pasca Jakarta kebanjiran, saya menyaksikan Wahyu Keprabon kembali dianugerahkan kepada Presiden Jokowi.  

Wahyu Keprabon adalah simbol dukungan secara kosmik bagi seseorang yang menduduki jabatan kepemimpinan publik.  Ia memastikan seorang pemimpin bertindak dan mengambil kebijaksanaan sesuai hikmat kebijaksanaan.   Maka, sejak 2 Januari 2020 itulah Presiden Jokowi kembali menjadi sosok Satria Pinandhita.  Jiwanya konsisten di dalam kejernihan, ia memimpin tak hanya dengan rasionya tetapi juga dengan rasa sejatinya.  

Waktu bergulir, lalu saya melihat ada fenomena unik: Presiden Jokowi sering mendapat limpahan energi semesta.  Dalam jabatannya sebagai presiden, ia menjadi wahana untuk merealisasikan rancangan agung bagi Indonesia.  Sering ia tampil dengan performa menakjubkan, memancarkan vibrasi sebagai pemimpin agung.  Kiprahnya memunculkan banyak harapan untuk negeri ini: yang paling mendasar adalah saat ia dengan sangat serius mengembalikan sumber daya migas dan pertambangan untuk kembali dikelola secara mandiri.  Saya tak perlu merinci apa yang telah dicapai.  Yang jelas itu memberi rasa tak nyaman bagi pihak-pihak yang selama ini mencengkeram Indonesia.  Menjadi sangat wajar jika Presiden Jokowi kemudian ditargetkan untuk "diGusDurkan" dan "diSoekarnokan".  Dalam hal ini, elit global kemudian berkolaborasi dengan para pemain di tingkat nasional.  

Lalu muncullah issue Corona.  WHO menekan agar Indonesia menetapkan situasi darurat kesehatan.  Lalu banyak pihak mendesak kebijakan lockdown.  Argumentasi pseudo sains banyak dipergunakan untuk menguatkan desakan ini.  Bisa dibilang kemudian, ibarat pertandingan sepakbola, Presiden Jokowi sempat kebobolan 1-0 ketika mengikuti skenario WHO hingga mengumumkan ada warga Indonesia yang positif covid 19.   Tapi keadaan  berubah jadi 1-1 lewat peristiwa dramatis di ujung babak: Indonesia cuma PSBB bukan lockdown.  

Indonesia benar-benar terselamatkan.  Kita tak jadi mengalami tragedi sosial ekonomi yang bisa berujung pada penggulingan kekuasan.  Bagaimana ini terjadi? Penjelasan secara rasional tak akan memadai.  Presiden Jokowi dilindungi kekuatan semesta.  Pasukan langit benar-benar turun membantu, membuat alur permainan berlanjut dengan kendali penuh pada Presiden Jokowi.  

Selanjutnya, 2 bulan pasca PSBB ditetapkan terbukti tak ada tragedi kematian sebagaimana dinujumkan para propagandis lockdown.  Padahai ya PSBB itu secara faktualnya jauh dari disiplin dan dimana-mana muncul penilaian, " rakyat ngeyelan, bandel".   Mereka mengabaikan social distancing dengan segala alasan.  Namun, PSBB ini membuat negara lumayan terluka, meski tak membuat negara tumbang.  Ibarat main bola, kita nyaris kebobolan.  Jika terus defensif, kita akan benar-benar kebobolan.  Dan itu dampaknya bisa fatal: lagi-lagi ya soal kemungkinan penggulingan kekuasaan.  

Nah, Presiden Jokowi kemudian memunculkan kebijakan new normal.  Ini manuver agar kita tak kebobolan, dan sebaliknya, membuat kita bisa menang.  Ini kebijakan yang menegaskan bahwa negara hadir untuk melindungi kesehatan masyarakat, tapi sekaligus membuat perekonomian bangkit dari kelumpuhannya. Inilah yang membuat oposisi kembali menyerang Presiden Jokowi dengan narasi " New normal berarti mengorbankan rakyat, "  Para oposisi ini memang kejam, gila, mereka sama sekali tak peduli pada nasib rakyat.  Mereka hanya peduli target kekuasaan bisa diraih, berapapun korbannya.  

Tapi itulah, Presiden Jokowi ini memang dilindungi oleh kekuatan yang susah dinalar.  Semakin ke sini,  pemerintahan semakin solid. Koordinasi dengan militer dan kepolisian semakin manis.  Itu yang hendak disampaikan lewat pesan simbolik saat Presiden Jokowi berkunjung ke stasiun MRT.   Jika diukur dengan angka, tingkat kesolidan pemerintahan Jokowi saat ini ada di skor 9 dari 10.   Sementara kekuatan oposisi berkurang 70% ketimbang akhir Maret 2020.  Pertarungan masih terus terjadi, tapi kita barisan warga cinta Indonesia yang ada di bawah komando Presiden Jokowi terus bergerak maju.  Kita pasti menang.  Indonesia pasti selamat.  

Di balik pertarungan yang bisa disaksikan di pentas politik nasional, sebenarnya ada pertarungan lain.  Ini adalah tentang dinamika di ranah metafisika. Pada titik ini, bisa dikatakan bahwa Presiden Jokowi mendapat back up sangat kuat.  Ada banyak pekerja cahaya, orang-orang tercerahkan, yang berjuang dengan totalitas, lewat manuver yang sulit dimengerti para oposisi maupun elit global yang mendukungnya.  Sehingga, 100 % Presiden Jokowi bisa bertahan lalu menuntaskan masa jabatannya hingga 2024.   Dia akan bisa membawa kita ke gerbang era baru yang lebih gemilang. 

Kekuatan semesta yang Agung bekerja bersama kita.  Teruslah berkontribusi menyelamatkan bangsa lewat segenap karya, dan lewat pancaran getaran kasih murni di dalam keheningan.  

Merdeka!

Kiriman Nyai Martagati (GMNU)

Bangle mempunyai Kaitan Erat dengan Tradisi Budaya Sunda

Dahulu kala, sekitar tahun 1950-an, di Desa Darma wangi Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang Jawa Barat,bangle atau dalam bahasa sunda disebut panglay (Zingiber Cassummunarro xb) telah digunakan oleh petani untuk mengusir penyakit pada tanaman padi.Cukup dengan menumbuk daun bangle dan atau rimpangnya, kemudian direndam dalam air selama semalam, lalu diciprat-cipratkan ke sawah dengan mengunakan sapu pare (sapu yang terbuat dari jerami padi) pada saat padi menjelang bunting. 

Hal yang sama dilakukan oleh para petani di Desa Cukang Mara Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka. Tahun 1980-an, Bangle masih di gunakan oleh penduduk di Desa Kalapa dua Kecamatan Lemah sugih Kab.Majalengka untuk pelengkap air dalam bejana (biasanya toples) yang dibawa ke Masjid saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sepulang dari Masjid, air dalam toples dipakai untuk membasuh muka seluruh keluarga sambil menikmati sangu punar (nasi kuning yang khusus disajikan pada saat memperingati Hari Maulid Nabi). 


Selain itu, Bangle atau panglay senantiasa dihadirkan pada saat kelahiran bayi, sebagai bahan ramuan untuk ditempelkan di ubun-ubun bayi, juga usut punya usut berguna untuk anti septik peralatan yang digunakan paraji (dukun beranak). Bangle adalah tanaman yang sudah lama digunakan di masyarakat sebagai obat tradisional. Rimpang bangle mengandung beberapa senyawa kimia antara lain alkaloid, flavonoid, minyak atsiri, saponin, pati, tanin, teroid/triterpenoid, lemak dan gula. Alkaloid secara umum bersifat detoksifikasi yang dapat menetralisir racun di dalam tubuh.

Senyawa golongan flavonoid asal tanaman bangle merupakan senyawa peluruh lemak melalui aktivitas lipase. Flavonoid berfungsi sebagai antioksidan, sistem kekebalan tubuh, melancarkan peredaran darah keseluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah. Saponin menjadi sumber anti bakteri dan anti virus,meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi kadar gula dalam  darah.

Bagian yang bermanfaat dari bangle adalah rimpangnya.Tanaman ini berkhasiat untuk mengobati pusing, sembelit, penurun panas (anti piretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak (expectorant), pembersih darah, kegemukan, sakit pinggang, perut nyeri, cacing kremi, encok, sakit kuning, asma, rematik dan memperkuat uterus bagi wanita sehabis bersalin.  Di daerah tertentu seperti di Sumatera, bangle digunakan sebagai penangkal setan dan biasanya diletakkan di tempat tidur bayi atau dibawa oleh perempuan yang sedang hamil.Tanaman ini diduga mengandung zat anti bakteri sehingga dimungkinkan untuk digunakan sebagai antibiotika.

Karena berkhasiat sebagai anti bakteri dan anti virus itulah barangkali para leluhur kita menggunakan bangle sebagai obat maupun sebagai bahan pestisida yang ramah lingkungan. Ini adalah kearifan lokal yang luar biasa. Di Tasikmalaya, Kang Ibo, Ketua Gapoktan Mandiri Simpatik, yaitu gapoktan yang memproduksi padi organik untuk ekspor, telah lama menggunakan bengle sebagai bahan pestisida. Kang Ibo,mencampurnya dengan beberapa bahan lain seperti daun sirsak, bawang putih dan serai. Daun/batang/rimpang bengle, daun sirsak, serai, dan ,bawang putih ditumbuk sampai halus, kemudian direndam selama satu malam, esoknya disaring dan disemprotkan secara rutin tiap 7-10 hari ke tanaman padi.

Nahdlatul Ulama 3


انا لله وانا اليه راجعون

9 Ramadhan 1441H bersamaan 2 Mei 2020, menerima 7 Khabar Sedih di atas wafatnya Ulama yang dikasihi, semakin berkurang sudah Ulama kita. Langit pun berduka, Hujan sedari pagi, ternyata pagi ini membawa kesedihan untuk kita;

1) Guru Kiyai Haji Ustaz Husni Zam Zam (Barabai) beliau menghembuskan nafas terakhir sekitar lewat pukul 5 pagi tadi 2 Mei 2020 bersamaan 9 Ramadhan 1441H dan akan dimakamkan sekitar jam 11pagi ini di Bawan, Indonesia.

2) Ulama Banjarmasin Guru Besar Abah Guru Zuhdi atau Kiyai Haji Ahmad Zuhdian Noor Bin Muhammad Bin Jaferi, beliau telah disahkan meninggal dunia diHospital Medistra Jakarta pada Sabtu pukul 7.40pagi tadi 2 Mei 2020 bersamaan 9 Ramadhan 1441H pada umur 48tahun. Saat ini jenazah masih berada di Jakarta. InshaAllah jenazah beliau akan di bawa pulang ke Banjarmasin. Jenazah almarhum Guru Zuhdi akan di Sholatkan di Masjid Jami Banjarmasin dan akan dimakamkan di samping Masjid Kota Citra Graha Km. 18 Banjarbaru. 

3) Al-Habib Abdullah bin Muhammad bin Hadun al-Athos(Habib Dolah Santri/Menantu Sohibul Khol Tegal), meninggal jam 1 pagi tadi 2 Mei 2020 bersamaan 9 Ramadhan 1441H. Beliau merupakan Tenaga Pengajar Darrul Musthofa al Muj'taba Pondok Adiwerna Tegal Indonesia. Semoga beliau di tempatkan di Syurganya Allah SWT dan dikumpulkan bersama datuknya Rosulullah SAW. InshaAllah akan dimakamkan hari ini habis dhuhur di pemakaman Hadad -Tegal, Indonesia. 

4) Al-Fadhil Ustaz Lukman Hakim Abdul Latif, beliau merupakan Mantan Pemangku Pengetua Maktab Mahmud, Alor Setar Kedah, Malaysia telah kembali ke-Rahmatullah pada 6.40 pagi tadi.

5) Al-Habib Hood bin Hussein bin Alwy AlHaddad Singapura telah kembali ke Rahmatullah pada pagi ini, 9 Ramadhan 1441 pada usia 96 Tahun. Beliau selalu membaca Qasidah di masjid selepas Ratib Malam Khamis, semoga roh dicucuri Rahmat dan Maghfirah Allah SWT.

6) Habib Abdullah bin Ahmad bin Hadi Assegaf di Seywun, Hadramaut. (adik dari kakek kepada Ustaz Muhammad al-Habsyi dan Ustadz Hadi Assegaf Kebon Kacang Jakarta)

7) Syarifah Sidah Alaydrus di Solo (ibunda Ustadz Hasan dan Ustadz Abdullah Alkaf)

Al-Fatehah buat murobbi ummah ini. Kehilangan besar buat kita semua.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَه وَارْحَمْه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه وَأَكْرِمْ نُزُلَه وَوَسِّعْ مُدْخَلَه وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّه مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْه دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِه وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِه وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِه وَأَدْخِلْه الْجَنَّةَ وَأَعِذْه مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ عَذَابِ النَّار

Kiriman Gus Muhammad Abid Muaffan


Mohon masukan dan koreksinya !!! 

_Dialog Inspiratif_

 *Himbauan Tidak ada Jumatan*

A : *Aparatur Desa*
T : *Takmir Masjid*

A : _Assalamualaikum_
T : _Waalaikum salam_

A : Bagaimana kabar? 
T : Alhamdulillah baik Pak

A : Masjid Bapak masih 
      ngadain Jumatan? 
T : Masih, Pak

A : Begini Pak,  Himbauan 
      dr Pemerintah, utk 
      sementara, sebaiknya 
      jumatan tdk diadakan 
      agr Covid 19 dpt 
      segera diatasi

T : Sampai kapan, Pak? 


A : Maaf Pak.  Sy belum 
      tahu sampai kapan

T : Selama Pemerintah 
      belum bisa 
      menjelaskan, berarti 
      upaya pemerintah tdk 
      *terukur* dn tdk 
      *terstruktur* 

A : Semestinya gimana, 
      ya Pak.  

T : Menurut sy segera 
      terapkan *Lockdown*,  
      krn sdh terbukti 
      mujarab di byk negara
      

A : Wah... Lockdown    
      Anggaran utk 
      nanggung beban 
      hidup org2 miskin 
      terlalu besar, Pak. 

T:  Tapi kalo memang itu 
      satu-satunya cara,  
      Gimana? 

A : Jadi Bapak belum 
      bersedia meniadakan  
      jumatan? 

T : Selama Pasar,  
     angkutan umum dn 
     kantor2 masih berjalan 
     biasa,  saya berat, Pak. 

A: Apa alasannya? 

T : Pasar,  angkot,  
     Pesawat,  Bus dn 
     kereta api tempat 
     ngumpulnya macem2 
     manusia berjam-jam  
     apalagi pasar induk, 
     tempatnya kumuh,  
     penghuninya campur 
     aduk. Silih berganti 
     orang pulang pergi dr 
     berbagai macem 
     daerah, namun belum 
     ada himbauan utk .
     ditutup sementara. 

*Sedangkan masjid,  tempatnya bersih, dipel setiap hari,  jamaahnya bersih2 bahkan wangi2, mereka duduk paling lama satu jam utk jumatan dn 10 menit utk sholat berjamaah, namun anehnya, sejak awal munculnya Covid19, masjid saja yg terus dihimbau pertama kali utk dikosongkan dari jamaah, sebelum Mall, hiburan mlm, dll.*

A : Baik kalo bgitu, akan 
     sy sampaikan 
     masukan dr Bapak. 

T ; Satu lagi, tadi Bapak 
     bilang kalo Lockdown 
     nggarannya besar, 
     betul Pak?

A : Betul... 

T : Besar mana dgn 
      anggaran pindah ibu 
      kota yg hampir 500 
      triliyun?

      Ketika Asuransi   
      Jiwaswara dn Asabri 
      bangkrut, Pemerintah 
      siap akan 
      menggelontorkan 
      anggaran triliyun 
      rupiah, namun utk 
      Penanganan Covid19, 
      Pemerintah buka 
      rekening Donasi.

      Inilah Pak yg 
      membuat saya 
      bingung, nampaknya 
      pemerintah *belum*
      *serius* atau 
      Pemerintah yaqin 
      bahwa memang  virus 
      ini *tdk bgitu bahaya* 
      hanya saja dibikin 
      *heboh* utk 
      kepentingan tertentu? 

      _Curiga boleh, ya Pak_.
      _Tapi menuduh_
         _jangan_.

A : Oh bgitu ya?

T: Justru karena 
    Pemerintah tdk serius 
    inilah Pak, masjid 
    harusnya dibuka lebar2 
    agar umat masih ada 
    tempat utk byk berdoa 
    dn munajat di rumah 
    Alloh Swt utk 
    menghilangkan panik 
    yg mana bahaya panik 
    lebih bahaya dr Covid   
    19 itu sendiri.

A : Ada masukan lain lagi 
      Pak? 

T : Saya minta 
      Pemerintah Desa sgr
      *bikin peta*,  masjid 
      mana saja yg masuk 
      *Zona Merah* 
      sehingga Jamaah 
      masih bisa mencari 
      masjid lain yg masih 
      masuk *zona hijau* 
      Mhon jangan  
      *dipukul rata* 
      sehingga 
      jumatan masih bisa 
     dilaksanakan. 

     Sebenarnya Ada 
     alasan lain yg bgitu 
     saya khawatirkan,  
     yaitu sabda Nabi Saw    
     *Tiga kali*
     *sengaja ninggalin*
     *jumatan tanpa ada*
      *halangan, bisa* 
      *tergolong org* 
      *munafiq* 
 
      (HR. Ath-Thobroni) 
     
      Itu baru satu orang,  
      Pak.  Kalo satu masjid 
      saya larang jumatan,  
      berapa kali saya jadi 
      golongan orang 
      munafiq, Pak? 😭

A : Baik kalo bgitu, terima 
      kasih atas saran dn 
      masukannya

T : Sama2 Pak. 🙏🙏🙏


_Samarinda, 03/04/2020_

     *Hamba Alloh*

C-O-R-O-N-A

*C* uma karna Virus teramat kecil
*O* rang sedunia panik luar biasa
*R* asanya hanya Iman dan Takwa
*O* rang akan tenang menghadapinya
*N* amun terkadang manusia lupa
*A* llah lah yg maha berkehendak atas semuanya 

"KITA HARUS SELALU BERDOA DAN BERDZIKIR KEPADA ALLAH. KARENA ALLAH MAHA SEGALA-GALANYA"

(Karya Ustadz Hasanuddin)

#LsmAqilaQuds 
#AlmasBatrisyia 
#AngkringanGraha_SteinElpiji 
#H2_KrandonMajuBarokah 
#HiasilahHidupDenganZiarahQubur 
#SemangatBirrulWalidain




KEMENAG KUDUS SELENGGARAKAN PELATIHAN PENYEMBELIHAN HALAL


Kudus. Sebagai lembaga yang bertanggungjawab atas keberlangsungan kehidupan beragama, kantor kementerian agama Kabupaten Kudus merasa perlu melaksanakan pelatihan penyembelihan halal di wilayah kerjanya di Kudus. Acara berlangsung selama dua hari yakni tanggal 28 dan 29 November 2017 di hotel Proliman jalan Bhakti no 5 Barongan Kudus. 


Kegiatan ini diselenggarakan atas dasar keprihatinan dari sejumlah pejabat yang telah melakukan survei di lapangan. Menurut kepala Penyelenggara Syari’ah Kemenag Kudus, Drs. H. Sulthon, saat ini masih banyak ditemukan hewan yang disembelih dengan cara yang belum sempurna sehingga status kehalalannya dipertanyakan.


Acara ini diikuti sebanyak 174 peserta yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan hari Selasa 28 November 2017 dan sisanya di hari berikutnya.  Peserta meliputi dari unsur pelaku usaha penyembelihan hewan, perwakilan ormas, pengurus masjid dan praktisi penyembelih hewan yang lain.


Hadir dalam acara tersebut Kakankemenag Kabupaten Kudus, Drs. H. Noor Badi, MM., Ketua MUI Kudus sekaligus sebagai nara sumber, KH. Ahmad Hamdani, Lc., MA, perwakilan dari Polres Kudus serta para pejabat kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus. Selain menerima materi oleh narasumber yang kompeten, para peserta langsung praktek menyembelih hewan yang telah disiapkan panitia.


Kepala kantor kemenag berharap  acara ini sesuai tujuannya akan meningkatkan pemahaman agama bagi para peserta sehingga terwujud masyarakat yang taat beragama. Kalau masyarakat taat dalam beragama maka kesejahteraan dan kemajuan bangsa secara otomatis akan terangkat.

Oleh : Moh. Anwar Yasfin



FINAL TEATER PELAJAR 

KUDUS (26/11) - Festifal Teater Pelajar (FTP) adalah sebuah pagelaran akbar seni teater yang diadakan oleh Teater Djarum,  dengan melibatkan para pelajar baik dari tingkat SMP/MTs maupun dari tingkat SMA/MA.
Festifal ini sudah di laksanakan yang ke 10 (sepuluh) kalinya, dan tahun ini mengusung tema cerita pewayangan. 

Setelah 2 minggu dilaksanakan seleksi pada bulan September, terdapat 9 finalis yang telah masuk ke babak final, 4 diantaranya dari tingkat SMP yaitu teater Essaka (SMP Kaliwungu), teater Ukur (MTs NU Maslakhul Falah), teater Bobot (SMP N 1 Kudus), dan Teater PR (MTs Nahdlatul Athfal). 

Dari tingkat SMA yakni ada teater Studio One (SMA 1 Kudus ), teater Oscar (SMK NU Hasyim Asy'ari), teater Apotek (SMK Duta Karya), teater SAKA (SMA 2 Kudus), serta teater Jangkar Bumi (MA Qudsiyyah). Semuanya akan pentas yang digelar di GOR Djarum Kaliputu Kudus. 

Selain itu ada yang menarik dibalik Festival Teater Pelajar kali ini yang dialami Teater Jangkar Bumi MA Qudsiyyah. Selama dua tahun terakhir, Teater Jangkar Bumi telah masuk ke babak final di tahun 2016 dan 2017.  Disutradarai oleh Nur Kholis atau sapaan akrabnya Mbah Noko. Ia mengatakan bahwa teater akan membentuk kepribadian santri lebih berkarakter. "karena dengan teater, dakwah lebih berkarakter"  tegasnya. 

Di tahun ini teater Jangkar Bumi, mengusung lakon dengan judul PETRUK GUGAT, yang akan tampil pada tanggal 26 November 2017 pukul 16.00.

Oleh : M. Tausi'ul Ilma



PENGAJIAN KEBANGSAAN DI PP *NASHRUL* *UMMAH* MEJOBO KUDUS

Oleh :  EmHa Imam Bukhori
-----------------------------------------
Rangkuman Ceramah KH. Ali Masyhuri (Sidoarjo).
Pada Acara MAULIDURRASUL di Pondok Pesantren NASHRUL UMMAH Mejobo Kudus.

- Wajib bagi setiap mukmin, setiap muslim, dan setiap santri, untuk senantiasa menjaga, memperbaiki dan membersihkan hatinya. Hal ini sejalan dengan Alqur'an: 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ . إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ .

"(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." (Q.S Asy-Syua'ra : 88-89).

- Do'a seseorang mudah dikabulkan, manakala hatinya bersih.

استجابة الدعاء من صفوة القلب

- Untuk menuju hati yang bersih dibutuhkan pembimbing (mursyid), sebagaimana mengerjakan tesis misalnya, butuh dosen pembimbing, menyelesaikan disertasi juga butuh pembimbing,  begitu pula untuk wushul kepada Allah SWT juga butuh pembimbing.

Hal-hal yang dapat meracuni hati seseorang :

1. Berlebihan dalam berbicara. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa;

"Tidak lurus iman seseorang, sehingga lurus hatinya, dan tidak lurus hati seseorang sehingga lurus lisannya." (Hadits)

- Seorang muballigh harus sudah selesai dengan dirinya sendiri, agar apa yang disampaikan mudah diterima pendengarnya.

- Sahabat Ali Bin Abi Thalib berkata: "Orang mukmin apabila berbicara hendaknya hatinya di depan, dan lisannya di belakang (hendaknya dipikir terlebih dahulu sebelum berbicara)

2. Berlebihan dalam makan.

Imam Al-Junaidy berkata: "Kebijaksanaan tidak akan masuk di hati seseorang yang perutnya penuh dg makanan.

- Nabi Muhammad SAW adalah manusia ideal dan sempurna. Tidak seseorang yang dapaterangkai kata-kata atau gubahan sastra yang dapat menggambarkan secara persis tentang keluhuran akhlaq dan pribadi Rasulullah SAW.

3. Berlebihan dalam memandang. Terlebih memandang lawan jenis.

4. Berlebihan dalam bergaul/salah pergaulan. 

Sikap, mental dan kepribadian seseorang dipengaruhi dan diwarnai oleh temannya.

- Orang menjadi baik karena akibat pengaruh teman, begitu juga orang menjadi jahat karena pengaruh teman.

- Tidak ada orang menjadi baik dan hebat dengan dirinya sendiri tanpa ada dukungan teman. Contohnya, KH. Hasyim Asy'ari, beliau tokoh hebat Pendiri NU, Pendiri Pondok Pesantren Tebuireng, sekaligus sebagai Pahlawan Nasional (tanpa mengurangi rasa hormat terhadap beliau),  menjadi hebat karena di sana ada KH. Wahab Hasbullah.

Foto oleh Kholisnoor

Jakarta, Kemendikbud — Liga Sepak Bola (Gala) Siswa Indonesia yang akan digelar pada 2018 mendatang merupakan titik awal pencarian bibit pemain sepak bola berbakat Indonesia usia 13-14 tahun. Ajang ini akan terus digelar secara serius dan berkelanjutan guna menyiapkan generasi emas Indonesia berlaga di Piala Dunia serta diharapkan mampu meraih juara pada 2046 mendatang.

Hal tersebut sesuai dengan peta jalan persepakbolaan tanah air yang telah disusun oleh Persatuan Sepak-Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selaku penyelenggara Gala Siswa Indonesia bekerja sama dengan PSSI dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) berupaya membina pemain sepak bola sejak usia dini.

“Kita (Kemendikbud,-) ingin berikan sumbangsih pada bangsa ini. Kemendikbud harus mengantarkan cita-cita itu,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, saat memberikan keterangan pers dalam Peluncuran Gala Siswa Indonesia 2018 di Hotel Sahid Jakarta, Senin (13/11/2017).

Mendikbud mengimbau, masyarakat khususnya pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan agar mendukung dan memfasilitasi anak-anak berbakat di bidang sepak bola. Hal ini, kata dia, semata-mata untuk  terus memajukan persepakbolaan Indonesia. “Sepak bola ke depan akan jadi bagian gaya hidup bangsa Indonesia,” tuturnya.

Gala Siswa Indonesia akan diselenggarakan secara berjenjang dan berkesinambungan mulai dari tingkat kecamatan, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, dan tingkat nasional. Tidak hanya itu, para pemain berbakat dalam Gala Siswa Indonesia ini akan dipersiapkan untuk ajang kompetisi sepak bola tingkat internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KONI Pusat, Tono Suratman menyampaikan, Gala Siswa Indonesia adalah langkah strategis pembibitan pemain sepak bola di usia dini sehingga jelas akan terbangun karakternya. Ajang ini, kata dia, membantu menyiapkan atlet nasional terutama di cabang sepak bola. “Dengan ini (Gala Siswa Indonesia,-), Kemendikbud ikut membangun prestasi nasional,” katanya.

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria menambahkan, melalui ajang ini PSSI memiliki dua target yaitu olahan data pemain untuk talent scouting (pencarian bakat) dan penguatan karakter pemain sejak dini. Para pemain, kata dia, akan terbiasa berlaga dan berkompetisi secara sehat. “Kami mengapresiasi Kemendikbud dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui sepak bola,” ucapnya. (Agi Bahari)


REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kementerian Agama melalui Direktorat pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) akan menggelar Peringatan Hari Santri 2017. Puncak Peringatan Hari Santri tahun 2017 akan dipusatkan di Kota Semarang, pada tanggal 21 Oktober 2017 mendatang.

Terkait persiapan puncak Hari Santri tersebut, Kasubag TU Dit. PD Pontren Abdul Rouf mewakili Direktur PD Pontren menggelar pertemuan dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di Kantor Balaikota Semarang, Jumat (8/9). Dalam pertemuan itu, Abdul Rouf mengharapkan, kerja sama dan dukungan wali kota beserta jajarannya untuk suksesnya Peringatan Hari Santri tahun 2017.

“Kami mengharap dukungan kepada bapak wali kota untuk mengizinkan Kota Semarang menjadi tempat perhelatan Peringatan Hari Santri,” ujarnya.

Menurutnya, Peringatan Hari Santri merupakan momentum penting peran kontributif santri bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Dikatakannya, untuk tahun 2017, tema Hari Santri 2017  adalah: Wajah Pesantren, Wajah Indonesia..

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sangat mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan Peringatan Hari Santri tahun 2017 yang digelar tanggal 21 Oktober 2017 nanti.  “Kami izinkan penggunaan lapangan Simpang Lima Semarang sebagai lokasi puncak Peringatan Hari Santri 21 Oktober 2017 ,” ucapnya.

Wali Kota juga berjanji akan membantu publikasi Peringatan Hari Santri tahun 2017 di sejumlah titik media publikasi milik Pemerintah Kota Semarang. Ia juga akan mengintruksikan seluruh jajaran Pemerintah Kota Semarang untuk bahu membahu mensukseskan pelaksanaan Peringatan Hari Santri tahun 2017 di lapangan Simpang Lima Semarang.
Sumber : kemenag.go.id

JAKARTA – Hari Satri Nasional 22 Oktober 2016 mendatang bakal dirayakan dengan berbagai kegiatan berskala nasional. Antara lain akan digelar Parede Nusantara Bersholawat. Dari parade ini ditargetkan sedikitnya 1 Miliar kali sholawat nariyah dapat dibacakan serentak secara nasional.
“Kemakmuran apa yang kira-kira akan diraih oleh bumi nusantara ini dengan nariyah. Bismillah, Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad,” kata Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini saat rapat perdana Panitia Hari Santri Nasional di Jakarta, Rabu (31/8/2016).
Menurut Helmy Faishal, Shalawat Nariyah dalam Parade Nusantara Bersholawat ini akan dibacakan secara serentak oleh kader santri NU dari Aceh sampai Papua. Shalawat Nariyah, imbuhnya, adalah amalan yang diijazahkan oleh para ulama masyhur di NU.
“Beberapa ulama NU mengijazahkan kepada kita untuk membacanya 4444 kali secara istiqomah dalam waktu yang ditentukan,” paparnya.
“Shalawat Nariyah adalah untuk menghilangkan rasa dendam anak bangsa ini,” imbuhnya lagi.
Selain pembacaan shalawat, panitia peringatan Hari Santri Nasional juga akan menggelar Kirab Resolusi Jihad dari Banyuwangi sampai Banten di rangkai dengan Apel upacara Hari Santri, Festival Film, Pagelaran Budaya, Musabaqah Santri Indonesia, dan Bhakti Santri untuk Negeri. (DS)

Resolusi Jihad NU yang dicetuskan Nahdlatul Ulama pada 22 Oktober 1945 belum dicabut sampai sekarang. Sehingga isi dari resolusi tersebut masih berlaku Di antara isinya, bahwa untuk mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia menurut hukum agama Islam, termasuk sebagai suatu kewajiban bagi tiap-tiap orang Islam.
Untuk menatapktilasi resolusi tersebut, PBNU akan menggelar Kirab Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama 2016. Menurut Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz, warga NU sangat antusias sekali pada momentum kirab tersebut karena gairah reslusi tersebut.
“Antusiasme warga NU begitu luar biasa, bukan soal hari santrinya, tapi gairah Resolusi Jihadnya. Ketika didorong, dimunculkan kembali gairah Resolusi Jihad NU, antusiasme warga NU sangat luar biasa. Di situ ketemunya,” ungkapnya di gedung PBNU, Jakarta, Selasa sore (19/9).
Ketika ditanya kenapa warga NU bergairah kepada kirab tersebut, ia sepakat dengan apa yang dikatakan Panglima TNI pada peringatan Hari Santri Nasional tahun lalu. Menurut panglima, Reolusi Jihad NU yang disampaikan Hadrotussyekh KH Hasyim Asy’arit sejak dikumandangkan, sampai saat ini belum dicabut.
“Artinya, masih berlaku, wajib bagi warga NU untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Kirab Resolusi Jihad NU 2016 dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional akan dimulai dari Banyuwangi (Jawa Timur) sampai Cilegon (Banten) mulai 13 Oktober sampai 21 Oktober. Pada 22 Oktober akan digelar upacara peringatan Hari Santri Nasional. Tempatnya direncanakan di Tugu Proklamasi atau di Lapangan Banteng. (Abdullah Alawi. NU Online)

Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) KH Abdul Ghoffar Rozien menyerukan agar Presiden Joko Widodo menepati janjinya dalam kampanye. Jika Presiden pernah mengusulkan 1 Muharam, RMI berpendapat 22 Oktober lebih tepat karena alasan historis.
“Ribuan pesantren dan jutaan santri sudah menunggu keputusan Presiden terkait dengan Hari Santri Nasional. Kebijakan itu, menguatkan marwah negara,” ungkap Rozien
Ia mengatakan, langkah presiden Jokowi sudah tepat untuk memberikan penghormatan kepada santri, karena jasa-jasa pesantren di masa lalu yang luar biasa untuk memperjuangkan kemerdekaan serta mengawal kokohnya NKRI,” terang Gus Rozien.
Menurut Gus Rozien, latar belakang pentingnya Hari Santri Nasional adalah untuk menghormati sejarah perjuangan bangsa ini. “Hari Santri Nasional tidak sekadar memberi dukungan terhadap kelompok santri. Justru, inilah penghormatan negara terhadap sejarahnya sendiri. Ini sesuai dengan ajaran Bung Karno, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah, Jas Merah!” tegasnya.
Tiga Alasan Dasar
Gus Rozien menambahkan, ada tiga argumentasi utama yang menjadikan Hari Santri Nasional sebagai sesuatu yang strategis bagi negara. “Pertama, Hari Santri Nasional pada 22 Oktober, menjadi ingatan sejarah tentang Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari. Ini peristiwa penting yang menggerakkan santri, pemuda dan masyarakat untuk bergerak bersama, berjuang melawan pasukan kolonial, yang puncaknya pada 10 Nopember 1945,” ungkap Gus Rozien.
Kedua, lanjutnya, jaringan santri telah terbukti konsisten menjaga perdamaian dan keseimbangan. Perjuangan para kiai jelas menjadi catatan sejarah yang strategis, bahkan sejak kesepakatan tentang darul islam (daerah Islam) pada pertemuan para kiai di Banjarmasin, 1936.
“Sepuluh tahun berdirinya NU dan sembilan tahun sebelum kemerdekaan, kiai-santri sudah sadar pentingnya konsep negara yang memberi ruang bagi berbagai macam kelompok agar dapat hidup bersama. Ini konsep yang luar biasa,” tegas Gus Rozien.
Rumusan ketiga, ungkap Gus Rozien, yakni kelompok santri dan kiai-kiai terbukti mengawal kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Para kiai dan santri selaluh berada di garda depan untuk mengawal NKRI, memperjuangan Pancasila. Pada Muktamar NU di Situbondo, 1984, jelas sekali tentang rumusan Pancasila sebagai dasar negara. Bahwa NKRI sebagai bentuk final, harga mati yang tidak bisa dikompromikan,” jelas Gus Rozien.
Dengan demikian, Gus Rozien menambahkan, Hari Santri bukan lagi sebagai usulan ataupun permintaan dari kelompok pesantren. “Ini wujud dari hak negara dan pemimpin bangsa, memberikan penghormatan kepada sejarah pesantren, sejarah perjuangan para kiai dan santri. Kontribusi pesantren kepada negara ini, sudah tidak terhitung lagi,” tegas Rozien.
Sementara, adanya kritik terhadap rencana penetapan Hari Santri Nasional, menurut Gus Rozien merupakan hal yang wajar. “Itu merupakan hak bagi setiap individu maupun kelompok untuk memberikan kritik. Kami merespon dengan baik dan santun. Akan tetapi, jelas argumentasi epistemiknya lemah jika menggunakan teori Gertz, yang sudah dikritik sendiri oleh kolega-koleganya, semisal Talal Asad, Andrew Beatty, Mark R Woodward, dan beberapa peneliti lain. Selain itu, kelompok abangan juga sudah banyak yang melebur menjadi santri,” terang Rozien. (Aziz/Mahbib)

Semarang  - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengharapkan Hari Santri menjadi momentum kebangkitan untuk melawan paham dan aksi-aksi radikalisme, serta terorisme.

"Negara Kesatuan Republik Indonesia lahir tidak lepas dari peranan santri. Peringatan Hari Santri ini sebagai bukti jika santri bisa membangun bangsa," katanya, di Semarang, Sabtu.

Hal tersebut diungkapkan Prihadi di sela peringatan Hari Santri Nasional yang berlangsung di Balai Kota Semarang yang dimeriahkan dengan berbagai kegiatan.

Menurut dia, peranan santri dan alim ulama di Indonesia sangatlah besar, terutama saat perebutan kemerdekaan Indonesia, yang membuktikan kontribusi perjuangan agar Indonesia lepas dari penjajah.

Hari Santri Nasional yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden  Nomor 22/2015 tentang Hari Santri, kata dia, haruslah dimaknai sebagai momentum memperteguh diri dalam NKRI.

"Hari Santri Nasional adalah perekat seluruh masyarakat. Hidup Santri!," seru Prihadi, yang langsung disambut tepuk tangan menggema dari para peserta dan tamu undangan yang hadir.

Peringatan Hari Santri Nasional di Balai Kota Semarang berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan oleh santri, seperti pencak silat, drum band, serta pementasan barongsai. Temanya adalah "Merajut Kebhinnekaan dan Kedaulatan Indonesia"

Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta upacara menyanyikan bersama lagu mars Syubbanul Wathon dan seiring secara serentak mengibarkan-ngibarkan bendera Merah Putih yang mereka bawa.

Selain itu, juga dilakukan penandatanganan deklarasi santri Kota Semarang menolak radikalisme dan narkoba.
Usai upacara, para santri berjalan kaki dari Balai Kota Semarang, Jalan Pandanaran, Simpang Lima, menuju Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang untuk mengikuti tahlilan massal.
Editor: Ade Marboen
sumber. antara news

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget