TERJEMAH KASYIFATUSSAJA
============================
Karya Syekh Muhammad Nawawi Bin Umar Al-Jawi Al-Bantani Assyafii
Diterjemahkan oleh :
Zaenal Arifin Yahya
=============================
الى حضرة الشيخ محمد نووي بن عمر الجاوي البنتني التناري الشافعي ... {الفاتحة}
Aku berniat tholabul ilmi karena Allah
🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳
﷽ صلى الله على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله وصحبه وسلم الحمد لله حمدا يوافي نعمه ويكافيء مزيده ....
_______ Pembahasan : (ke-161) ______
لأن إشارته معتد بها إلا في ثلاثة أبواب الصلاة فلا تبطل بها والحنث فإذا حلف وهو ناطق أن لا يتكلم ثم خرس وأشار بالكلام لم يحنث والشهادة فإذا أشار بها لآ تقبل واشار الناطق غير معتد بها إلا في ثلاثة أبواب أمان الكافر والإفتاء كان قيل له أتوضأ بهذا الماء فأشار أن نعم أو لا ورواية الحديث كأن قيل له أنروى عنك هذا الحديث فأشار أن نعم أو لا وخرج باللفظ ما إذا أجرى القراءة على قلبه الثانی كون القارىء مسمعا بها نفسه وخرج ما إذا تلفظ ولم يسمع نفسه حيث اعتدل سمعه ولا مانع الثالث كونه مسلما
karena seungguhnya isyarat orang bisu diperhitungkan sebagai pelafalan, kecuali pada tiga persoalan.
1. Sholat. maka tidak batal sholat orang bisu, dengan sebab isyaratnya.
2. Sumpah, maka apabila orang bersumpah di saat ia bisa berbicara, bahwa ia tidak akan berbicara, kemudian ia menjadi bisu. Dan ia berisyarat dengan pengucapan [mulut], maka ia tidak melanggar sumpah.
3. Persaksian, maka apabila orang bisu berisyarat dalam bersaksi, maka tidak dapat diterima persaksiannya itu.
Dan isyarat dari orang yang bisa berbicara tidak diperhitungkan dengannya [dalam penentuan hukum], kecuali pada tiga persoalan, yaitu (1) memberi keamanan pada orang kafir, dan (2) memberi fatwa, seperti dikatakan kepadanya: "Apakah anda berwudhu dengan air ?' Lalu ia berisyarat untuk menunjukkan ya atau tidak. Dan (3) periwayatan hadits, seperti dikatakan kepadanya: "Apakah kami dapat meriwayatkan [hadits] ini dari anda?". Lalu ia berisyarat untuk menunjukkan ya atau tidak.
Dan keluar dari batasan pelafalan, sesuatu [ucapan] apabila ia mengalirkan (melakukan) pembacaan itu di hatinya.
[Syarat] yang kedua, keadaan pembaca memperdengarkan akan ucapannya itu kepada dirinya sendiri.
Dan keluar [dari batasan tensebut] suatu hal [ucapan] apabila ia mengucapkan, namun tidak dibuat terdengar terhadap dirinya sendiri, dengan sekiranya pendengarannya normal, dan tidak ada penghalang (pengganggu pendengarannya).
[Syarat] yang ketiga, keadaan si pembaca beragama Islam.
🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳
Wallohu a'lam bishshowaab...
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
۩ﷺ۩ اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْاَلُكَ الْبَرْكَۃَ وَالسَّلَامَۃَ لِبِلَادِ اِنْدُوْنِيْسِيَا ...۩ﷺ۩ *{الفاتحة}
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
⏸ Bersambung besok 🔜
Kiriman Kang Slamet - Ngaji Ala NU 4
Posting Komentar