Membumikan Al-Qur'an bersama Semaan Al-Qur'an Jantiko Mantab


Membumikan Al-Qur'an bersama Semaan Al-Qur'an Jantiko Mantab
(Sebuah Inspirasi Berdirinya Sema'an Al-Qur'an Mahasiswa Malang Raya)

Semaan Al-Qur'an merupakan kegiatan menyimak hafalan seseorang yang membaca al-Qur'an. Semaan Al-Qur'an bermakna mendengar dengan seksama bacaan seorang qori secara berjamaah. Sema'an Al-Qur'an berarti menikmati alunan kalimah Illahi dari para hafidz.

Sema'an Al-Qur'an Jantiko Mantab yang didirikan oleh KH. Hamim Jazuli (Gus Mik, Ploso, Kediri) adalah satu dari sekian inspirasi untuk membentuk kegiatan serupa di di tingkat mahasiswa yang kami namakan dengan Sema'an Al-Qur'an dengan tambahan "Mahasiswa" sebagai label bahwa kami merupakan seseorang yang sedang menempuh studi di perkuliahan, meski belum pantas kami menyandang nama prestise tersebut. Majelis ini kami rintis pada bulan Februari 2015 di Kampus Universitas Negeri Malang bersama UKM Islam di Malang, kemudian secara resmi kami buka perhelatan ini dengan nama Sema'an Al-Qur'an Mahasiswa Malang Raya.

Berbicara terkait sejarah terkait Sema'an Al-Qur'an Jantiko Mantab sendiri tak lepas dari Dzikrul Ghofilin, hal ini berawal pada tahun 1964, Gus Miek sedang sowan kepada gurunya yaitu Nabi Khidir dan Nabi Ilyas. Lalu Gus Miek diperintahkan mendirikan wirit Aurot Lailiyah. Lailiyah itu dalam bahasa arab artinya dzikir di waktu malam. Pada tahun 1965 Aurot Laliyah didirikan pertama kali di Kelurahaan Kauman Tulungagung. Isi dari Aurot Lailiyah diantaranya terdapat di Al – Qur’an seperti Al- Fatehah, Asmaul Husna, Ayat Kursy, lalu para wali dan para ulama di seluruh dunia dikirimi surat Al - Fatehah. Aurot Lailiyah ini kemudian diganti namanya menjadi Dzikrul Ghofilin ( Dzikirnya orang-orang yang lupa), hal ini bermaksud kita sebagai manusia ini banyak melupakan Allah SWT, lalu dengan dzikir diharapkan agar kita selalu ingat kepada Allah dimanapun kita berada.

Kemudian pada tahun 1986 Semaan Al–Qur’an didirikan dengan  menggunakan nama JANTIKO, Semaan Al- Qur’an berarti kegiatan membaca dan mendengarkan Al – Qur’an berjama'ah atau bersama - sama, dilanjut melaksanakan ibadah sholat wajib secara berjamaah juga sholat - sholat sunnah yang lain, dari ba'da Shubuh hingga khatamnya Al - Qur'an sekitar ba'da maghrib. Seperti ditegaskan oleh sebuah hadits: Baik pembaca maupun pendengar setia Al - Qur’an pahalanya sama. 

Malah di dalam ulasan tokoh lain dikatakan: “Pendengar itu pahalanya lebih besar daripada pembacanya. Sebab pendengar lebih main hati, pikiran, dan telinganya. Pendengar dituntut untuk lebih menata hati dan pikirannya dan lebih memfokuskan pendekatan diri kepada Allah SWT”. Beberapa tahun kemudian ditambah kata MANTAB. Jantiko diambil dari bahasa jawa yang artinya anti kolir, maksudnya jamaah didorong untuk tak berputus asa meskipun segi ekonomi atau pikiran yang jamaah lemah.  Terbukti meskipun awalnya serba kekurangan, namun setelah ikut Dzikrul Ghofilin dan semaan Al – Qur’an banyak yang menjadi rajin ibadah. 

Kata MANTAB  diambil dari bahasa arab, MANTABA yang artinya orang - orang yang bertaubat. Jadi makna dari Jantiko Mantab yakni Kita Mendengar, membaca dan menghafal Al-Qur'an dengan harapan agar hilang keputusasaan dari rahmat-Nya dengan bertaubat kepada Allah lewat mengaji dan berdzikir.

Sema'an Al-Qur'an Jantiko Mantab ini secara rutin digelar setiap bulan di berbagai kota di Jawa Timur, Jogjakarta, Jakarta. Acara dimulai sejak subuh sampai maghrib, diteruskan dzikir dan ceramah oleh KH. Tsabut Panotoprojo, Putra Gus Mik. Jama'ah penyimak yang mengikutinya pun banyak, daripada qori yang berjumlah 20an orang, bahkan dikisahkan di Kabupaten Jember penyimak bisa sampai se-alun-alun.

Dari Semaan Al-Qur'an Jantiko Mantab, inilah kami mencoba memahami seraya meniru, meski harus sesuaikan dengan konteks pemuda, dimana rangkaian acara kami dimulai sejak jam 7 diawali dengan dzikir Jama'i (Ijazah dari Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki Al-Hasani), dilanjut Sema'an Al-Qur'an dengan majelis putra dan putri secara terpisah, diteruskan Seminar Al-Qur'an dengan tema dan pemateri yang berbeda.

Alhamdulillah berkat ikhtiar, doa dan restu dari berbagai masyayikh, guru kami termasuk Gus Tsabut yang pernah kami mohon restu khusus saat perhelatan Jantiko Mantab di Universitas Islam Malang 2 tahun silam saat ini telah 14 kami semaan Al-Qur'an Mahasiswa kami selenggarakan di 11 kampus yang berbeda, Acara serupa juga pernah kami selenggarakan di jakarta tepatnya 3 kali di Kawasan Ibu Kota Jakarta ( IIQ, Al-Hikam, dan UIN Jakarta, sementara bulan Maret mendatang akan disusul pembukaan majelis baru di Kota Surabaya yang bertempat di kampus Universitas Airlangga, Surabaya. Di Malang sendiri Sema'an Al-Qur'an akan dimulai akhir Februari ini bertempat di Kampus Universitas Kanjuruhan, Malang. Selanjutnya biidznillah akan kami coba untuk memasyarakatkan semangat mengaji ini di tingkat nasional yang akan diselenggarakan sekitar bulan Agustus 2017 bertempat di Universitas Brawijaya, Malang yang bebarengan dengan perhelatan MTQ Nasional Mahasiswa XV di kampus tersebut dan di Universitas Negeri Malang.

Begitulah secuplik kisah ikhtiar kami dalam impian membumikan Al-Qur'an dari kampus ke kampus, meski masih berupa majelis kecil-kecilan dengan berbagai kekurangan, tetapi ini bagian dari usaha tuk bisa mensyiarkan kalam illahi ini, yang semoga membawa berkah bagi kita semua. 

Sidoarjo, 4 Februari 2017

Muhammad Abid Muaffan
Santri Backpacker Nusantara
Label:

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget