Edisi ke : 2
IHYA ULUMUDDIN
KITAB RAHASIA SHOLAT BAB 1
FADHILAH SHOLAT FARDHU
Berfirman Allah Ta’ala: "Sesungguhnya shalat itu suatu kewajiban yang ditentukan waktunya untuk orang‑orang yang beriman" (QS An‑Nisaa' :103)
Nabi ﷺ bersabda : "5 shalat diwajibkan oleh Allah kepada segala hamba. Maka barangsiapa mengerjakan semuanya dan tidak menyia‑nyiakan suatupun daripadanya, sebagai meringan‑ringankan haknya, niscaya adalah untuknya pada Allah suatu janji bahwa ia akan masuk sorga. Dan barangsiapa tidak mengerjakan semuanya, maka tiadalah baginya pada Allah suatu janji. Jika dikehendaki oleh Allah niscaya diazabkannya dan jika dikehendaki Allah, niscaya dimasukkannya ke dalam sorga". (HR Abu Daud, An Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dari Ubadah bin Shamit)
Nabi ﷺ bersabda : "Perumpamaan shalat yang 5 itu adalah seumpama sebuah sungai yang tawar airnya yang meluap‑luap, di pintu seseorang daripada kamu. Ia mandi padanya tiap‑tiap hari 5 kali. Apakah pendapatmu tentang orang itu, apakah masih ada dakinya?" Menjawab para shahabat: “Tak ada sedikitpun! Maka menyambung Nabi ﷺ: "Sesungguhnya shalat yang 5 itu, menghilangkan dosa seperti air menghilangkan daki". (HR Muslim dari Jabir)
Nabi ﷺ bersabda : "Sesungguhnya shalat‑shalat itu menghapuskan dosa yang terjadi diantaranya, selama bukan dosa besar". (HR Muslim dari Abu Hurairah)
Nabi ﷺ bersabda : “(perbedaan) Antara kami dan orang-orang munafiq adalah menyaksikan sholat gelap (isya) dan shubuh ,dimana mereka tiada sanggup pada kedua nya ". (HR Malik dari Said bin Musayyab ~ Hadits Mursal)
Nabi ﷺ bersabda : “Barangsiapa menjumpai Allah, sedang dia menyia‑nyiakan shalat, maka tidak diperdulikan oleh Allah sesuatu daripada kebajikan‑kebajikannya".
(HR Ath-Thabrani dari Anas)
Nabi ﷺ bersabda :“Shalat itu tiang agama. Barangsiapa meninggalkan shalat maka ia telah meruntuhkan agama.
(HR Al-Baihaqi dari Umar ~ sanad lemah)
Ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ: “Amalah apakah yang lebih utama (afdlal)?". Menjawab Nabi ﷺ: “Shalat pada awal waktunya". (HR Muttafaq Alaihi dari Ibnu Mas'ud)
Nabi ﷺ bersabda : “Barangsiapa memelihara shalat yang 5 itu dengan menyempurnakan bersuci dan waktunya, niscaya jadilah shalat itu nur baginya dan pembuktian pada hari qiamat. Dan barangsiapa menyia‑nyiakannya, niscaya dibangkitkan ia beserta Fir'aun dan Haman".
(HR Ahmad dan Ibnu Hibban dari Abdullah bin Amr)
Nabi ﷺ bersabda : "Kunci sorga itu shalat ". (HR Abu Daud dan Ath-Thanafisi dari Jabir)
Dan Nabi ﷺ bersabda : “Tiada diwajibkan oleh Allah kepada makhuk Allah sesudah tauhid yang lebih menyukakan kepada Allah selain daripada sholat. Jikalau adalah sesuatu yang lain, yang lebih menyukakan kepada Allah dari sholat , niscaya telah beribadah dengan dia para malaikat Allah. Para malaikat itu, sebahagiannya ruku', sebahagian sujud, sebahagian berdiri dan duduk ". (HR Ath-Thabrani dari Jabir)
Nabi ﷺ bersabda : "Barangsiapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka kafirlah dia". (HR Al-Bazaar dari Abu Darda ~ sanad lemah)
👉 artinya: hampir tercabut daripada Iman dengan terbuka talinya dan jatuh tiangnya. Sebagaimana dikatakan bagi orang yang telah mendekati suatu kampung, bahwa ia telah sampai ke kampung itu dan telah memasukinya.
Nabi ﷺ bersabda : “Barangsiapa meninggalkan sholat dengan sengaja maka terlepaslah ia dari tanggungan Muhammad ﷺ". (HR Ahmad dan Al Baihaqi)
Berkata Abu Hurairah ra: “Barangsiapa berwudlu, maka membaguskan wudhu nya, kemudian ia keluar dengan sengaja untuk shalat maka sesungguhnya dia di dalam sholat yang sengaja ia kepada sholat itu. Dan dituliskan baginya dengan salah satu dari dua langkahnya kebajikan dan dihapuskan daripadanya dengan langkah yang satu lagi, kejahatan. Apabila mendengar seorang kamu akan qomat maka tidak wajarlah baginya mengemudiankan. Karena yang terbesar pahala bagi kamu ialah yang terjauh rumah daripada kamu" Bertanya mereka: "Mengapa begitu wahai Abu Hurairah?". Menjawab Abu Hurairah: "Dari karena banyaknya langkah.
Diriwayatkan: "Bahwa yang mula pertama diperhatikan dari amalan hamba pada hari qiamat ialah shalat.
(HR Ash labus Sunan danAl Hakim dari Abu Hurairah)
👉 Kalau terdapat shalat itu sempurna, niscaya diterima shalat itu daripadanya dan amalannya yang lain. Dan kalau terdapat kurang, niscaya ditolak shalat itu daripadanya dan amalannya yang lain".
Nabi ﷺ bersabda : "Hai Abu Hurairah! Suruhlah keluargamu dengan shalat! Sesungguhnya Allah mendatangkan rezeqi bagimu dari tempat yang tidak kamu sangka”.
Berkata setengah ulama: "Orang yang mengerjakan shalat itu adalah seumpama saudagar yang tidak memperoleh keuntungan sebelum kembali pokoknya. Demikian juga orang yang mengerjakan shalat, tidak diterima yang sunat sebelum ditunaikannya yang fardlu”.
Abu Bakar ra berkata: "Apabila telah datang waktu shalat, maka pergilah ke apimu yang telah kamu nyalakan, lalu padamkanlah api itu !
Bersambung.......
Semoga uraian di atas bermanfaat.
❄❄❄❄❄❄ Wallahu A'lam.
Aliansi Santri NUsantara
Posting Komentar