CIRI-CIRI WALIYULLAH : Keakraban KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (Guru Sekumpul) dan KH Abdurrrahman Wahid (Gus Dur)


KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (akrab disapa Guru Sekumpul) dan KH Abdurrrahman Wahid (akrab disapa Gus Dur) adalah dua sosok ulama’ yang istimewa. Keduanya bukan saja masyhur di Nusantara, tapi juga masyhur di berbagai penjuru dunia Islam. Banyak hikmah hidup yang disampaikan keduanya, sangat bermanfaat untuk generasi hari ini memaknainya.

Walaupun keduanya tidak sering bertemu, tapi keduanya mempunyai hubungan batiniyah yang luar biasa. Keduanya sama-sama sangat perhatian dengan warga kecil, sehingga dicintai jutaan manusia. Kisah-kisah keduanya menjadi refleksi hidup yang sangat berarti.

SIFAT-SIFAT WALI
.
Wali berasal dari Bahasa Arab, yang artinya “seseorang yang dipercaya” atau “pelindung”. Waliyullah bisa juga dimaknai sebagai 'Teman Allah', atau orang yang memiliki kedekatan dengan Allah SWT.

Al Qur'an menjelaskan Waliyullah memiliki arti orang yang beriman dan bertakwa. “Ingatlah sesungguh wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Yaitu orang-orang yg beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus 10:62) 

Dengan demikian, bisa dikatakan Wali adalah orang yang sangat spesial, karena memiliki kedekatan dengan Allah SWT. Sehingga dengan dekatnya seorang Wali kepada Allah akan menjadi sebab karomah yang muncul pada dirinya. 

Alhabib Ahmad bin Hasan Alatas, seorang Ulama yang lahir di Huraidhoh Hadhramaut pada 19 Ramadhan 1257 H, mengatakan bahwa setidak ada beberapa sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang wali, diantara sifat-sifat tersebut menurut beliau adalah :

1. Tidak pernah meninggalkan Shalat. 
Bahkan sifat utama dari seorang wali adalah banyak sujud kepada Allah SWT. Karena beliau meyakini bahwa sujud adalah salah satu cara terbaik untuk berdekatan dengan Allah SWT.

2. Tidak pernah meninggalkan apapun kewajiban yang diperintahkan Allah SWT. 
Seorang Wali akan banyak beristighfar, teramat takut dan was-was jika ada satu perintah Allah yang ditinggalkannya. 

3. Selalu meninggalkan segala macam perbuatan buruk.
Yang dimaksud dengan perbuatan buruk disini adalah, bukan hanya perbuatan yang haram, bahkan perbuatan yang Makruh dan Syubhat pun akan ditinggalkannya, karena ras takutnya kepada Allah SWT.

4. Tingkat keimanannya sangat tinggi kepada Allah SWT.
Seorang Wali memiliki tingkat keimanan dan keyakinan diatas rata-rata orang biasa. Tidak ada sedikitpun terlintas keragu-keraguan tentang kebesaran Allah SWT.

5. Memiliki keimanan dan kecintaan yang tinggi kepada Nabi Muhammad SAW.
Seorang Wali menganggap bahwa cinta kepada Nabi SWT adalah salah satu jalan menuju Cinta Allah. Maka semakin tinggi kecintaan dan keimanannya kepada Allah SWT, maka semakin tinggi pula kecintaan Allah kepadanya.

Demikianlah, menurut Habib Ahmad bin Hasan Alatas, bahwa jika kita ingin mengetahui seorang wali, maka lihatlah sifat-sifat diatas, apakah ada pada diri orang tersebut.

"Allohumma solli wasallim wabarik 'ala sayyidina wamaulana Muhammad"

Kiriman Gus Asep Wahyu - Aliansi Santri NUsantara

-------------------------------------------------------------------------------
Mohon doa, bimbingan, arahan dan nasehat serta motivasinya selalu. 🙏🙏

#LsmAqilaQuds
#AlmasBatrisyia
#GandrungSembako
#AngkringanGrahaElpiji
#H2_KrandonMajuBarokah
Label:

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget