Tulisan terbaru


MAKAM MBAH BARNAWI, ULAMA PEJUANG DI NGARESREJO, SIDOARJO

Mbah Barnawi adalah seorang wali yang dimakamkan di daerah Ngaresrejo, sebuah Desa yang berada di sebelah utara Desa Jogosatru. Walaupun tidak termasuk tokoh Desa Jogosatru, tetapi konon katanya Beliau ikut mendirikan pasar bersama Mbah Ali untuk penyebaran agama islam. 

Mbah Barnawi ini seorang ulama yang mempunyai garis keturunan Sunan Gunung Jati sebagaimana yang diceritakan keluarga dan mbah-mbah saya,” kata Ustadz Muklis.    

Menurut Ustad Muklis, Mbah Barnawi konon adalah seorang komandan perang di Kerajaan Mataram pada masa perjuangan Pangeran Diponegoro, disamping beliau adalah ulama yang mensyiarkan agama Islam, Mbah Barnawi juga banyak kelebihan dan karamah yang dimiliki.

Setelah Pangeran Diponegoro tertangkap Belanda, beliau memisahkan diri untuk berdakwah dan menyebarkan agama Islam. Mbah Barnawi terus berjalan ke arah timur serta berganti nama agar tidak dikenal oleh musuh hingga sampai di Desa Ngaresrejo, Sukodono,” ungkap Ustad Muklis

Walahu'alam Bishawab...

Kiriman Gus Asep Wahyu dari Gus Atok - Aliansi Santri NUsantara

-------------------------------------------------------------------------------
Mohon doa, bimbingan, arahan dan nasehat serta motivasinya selalu. 🙏🙏

#LsmAqilaQuds
#AlmasBatrisyia
#GandrungSembako
#AngkringanGrahaElpiji
#H2_KrandonMajuBarokah


EMPAT CARA UNTUK MENGETAHUI KEKURANGAN SENDIRI

​Imam Al-Ghazali menuturkan;
. 
*إعلم أن الله عز وجل إذا أراد الله بعبد خيرا… بصره بعيوب نفسه، فمن كانت بصيرته نافذة… لم تخف عليه عيوبه، فإذا عرف العيوب… أمكنه العلاج، ولكن أكثر الخلق جاهلون بعيوب أنفسهم، يرى أحدهم القذى فى عين أخيه ولا يرى الجذع فى عين نفسه.*
. 
Ketahuilah bahwa Allah Azza wa Jalla jika menginginkan kebaikan kepada hambanya… Allah menunjukkan kekurangan dirinya, maka siapa yang mata hatinya terbuka… pasti akan terlihat kekurangan dirinya, jika dia mengetahui kekurangan dirinya… maka memungkinkan baginya untuk mengobatinya, akan tetapi kebanyakan orang tidak mengetahui kekurangan diri mereka, salah seorang dari mereka bisa mengetahui kekurangan orang lain tapi tidak bisa mengetahui kekurangan dirinya.
. 
*فمن أراد أن يقف على عيب نفسه… فله أربعة طرق :* 
. 
Maka barangsiapa yang ingin mengetahui kekurangan dirinya… maka baginya empat jalan atau cara:
. 
*الأول : أن يجلس بين يدي شيخ بصير بعيوب النفس، مطلع على خفايا الآفات.*
. 
Yang pertama: Duduk di hadapan seorang guru yang mengetahui kekurangan dirinya dan dapat melihat hal-hal jelek yang samar.
. 
*الثاني : أن يطلب صديقا صدوقا بصيرا متدينا، فينصبه رقيبا على نفسه ليلاحظ أحواله وأفعاله، فما كرهه من أخلاقه وأفعاله، وعيوب الباطنة والظاهرة… ينبهه عليه.*
. 
Yang kedua: Mencari teman yang jujur, mengerti kekurangan dirinya dan menjalankan perintah agama, maka dia menjadikannya pemantau dirinya untuk memerhatikan keadaan dan perbuatan-perbuatannya, apa yang dia lihat tidak baik dari akhlak, perbuatan dan kekurangan lahir dan bathin… dia mengingatkannya atas hal itu. 
. 
*الطريق الثالث : أن يستفيد معرفة عيوب نفسه من ألسنة أعدائه.*
. 
Cara yang ketiga: Hendaknya dia mengambil faedah untuk mengetahui kekurangan dirinya dari lisan-lisan musuhnya.
. 
*الطريق الرابع : أن يخالط الناس، فكل ما رآه مذموما فيما بين الخلق فليطالب نفسه به وينسبها إليه؛ فإن المؤمن مرآة المؤمن، فيرى من عيوب غيره عيوب نفسه،*
. 
Cara yang keempat: Berkumpul dengan orang, maka setiap apa yang dilihatnya dari orang lain tercela hendaknya dia menuntut dirinya dengannya dan menjauhinya; karena seorang mukmin cermin untuk mukmin lainnya, melihat kekurangan orang lain sama dengan melihat kekurangan yang ada pada dirinya, 
 
*قيل لعيسى عليه السلام : من أدبك؟ قال : ما أدبني أحد، رأيت جهل الجاهل شينا فاجتنبته.*
. 
Nabi 'Isa 'alaihissalam ditanya: Siapa yang mengajarkan adab kepadamu? Beliau menjawab: Tidak ada yang mengajari aku adab, aku melihat kebodohan orang bodoh itu jelek maka aku menjauhinya.
. 
[ _Ihya' 'Ulumuddiin_ ]

Kiriman Gus Sholeh - Aliansi Santri NUsantara

-------------------------------------------------------------------------------
Mohon doa, bimbingan, arahan dan nasehat serta motivasinya selalu. 🙏🙏

#LsmAqilaQuds
#AlmasBatrisyia
#GandrungSembako
#AngkringanGrahaElpiji
#H2_KrandonMajuBarokah


JANGAN REMEHKAN AHLI WIRID MESKI BELUM DAPAT KAROMAH

Syaikh Ibnu Athailah As-Sakandari melalui kitab tasawuf Al-Hikam, memberi peringatan agar seorang mukmin senantiasa memelihara kemampuannya berdzikir. 

اِذاَ رَأيْتَ عَبْداً أقاَمهُ اللهُ تعالى بِوُجُودِ الاَورَدِ وَاَدَمَهُ عليهاَ مَعَ طُولَ الامساَدَ فَلاَ تـَسْتحْقِرَنَّ ماَمنَحَهُ مَولاهُ لاَنَّكَ لم تَرَعليهِ سِيماَ العاَرِفِينَ ولاَ بَهْجَةَ المُحِبِّينَ فَلولاَ واَرِدٌ ماكاَنَ وِرْدٌ

 "Jika engkau melihat seseorang yg ditetapkan oleh Allah dalam menjaga wiridnya, dan sampai lama tidak juga menerima karunia [keistimewaan] dari Allah (warid), maka jangan engkau rendahkan [remehkan] pemberian Tuhan kepadanya, karena belum terlihat padanya tanda orang arif, atau keindahan orang cinta pada Allah, sebab sekiranya tidak ada warid [karunia Allah], maka tidak mungkin ada wirid." 

Penjelasan (Syarah) 

Wirid dan warid yg telah diterangkan pada Hikmah 64 disinggung lagi dalam Hikmah 77 ini. Wirid ialah macam2nya ibadah yg dikerjakan oleh hamba, seperti sholat, puasa, dzikir, baca Al-Quran, baca shalawat dan lainnya. Jadi apabila Anda merendahkan pemberian Allah pada sebagian hamba yang berupa wirid itu berarti Anda kurang tatakrama pada hamba tersebut. Hamba Allah yg mendapat keistimewaan dari Allah ada dua macam:

1. Muqarrabin.
2. Abror.

Adapun hamba yg MUQARRABIN yaitu mereka yg telah dibebaskan dari kepentingan nafsunya, dan ia hanya sibuk menunaikan ibadah dan taat kepada Allah, karena merasa sebagai hamba yg mengharapkan keridhoan Allah semata2, dan mereka ini juga yg disebut ARIFIN, MUHIBBIN. 

Adapun orang ABRAR yaitu mereka yg masih merasa banyak kepentingan dunia / nafsu keinginannya, dan mereka juga mengerjakan ibadah kepada Allah, mereka masih menginginkan masuk ke Surga dan selamat dari neraka. Dan mereka yg dinamakan orang ZAHID dan ABID. Dan masing2 mendapat karunia sendiri2 di dalam tingkat derajatnya yg langsung dari Allah Ta'ala. 

Sebenarnya seseorang yg mendapat TAUFIK dan HIDAYAH dari Allah, sehingga dia ISTIQAMAH dalam menjalankan suatu WIRID [taat ibadah], berarti telah mendapat karunia dan rahmat yg besar sekali, sebab ia telah diberi kunci oleh Allah untuk membuka dan menghasilkan karunia yg lain dan kebesaran Allah. 

Kesimpulan: 

1. Muqarrabin adalah orang yg sangat dekat dan intim kepada Allah. 
2. Arifin adalah orang yg sangat mengenal Allah. 
3. Muhibbin adalah orang yg sangat mencintai Allah melebihi cinta pada dirinya sendiri. 
4. Abrar adalah orang yg senang dan senantiasa berbuat kebaikan2 karena Allah. 
5. Zahid adalah orang yg sangat berhati2 pada keserakahan nafsu, syahwat dan rakus pada harta, jabatan dan kesenangan duniawi. 
6. Abid adalah orang yg sangat rajin beribadah kepada Allah. 

Berdasar kitab, Al-Imam Asy-Syaikh Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Atha'illah As-Sakandari, Kitab Al-Hikam, Pasal 77.

Kiriman Gus Ashef - GMNU

-------------------------------------------------------------------------------
Mohon doa, bimbingan, arahan dan nasehat serta motivasinya selalu. 🙏🙏

#LsmAqilaQuds
#AlmasBatrisyia
#GandrungSembako
#AngkringanGrahaElpiji
#H2_KrandonMajuBarokah

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget